Hadapi Krisis Irigasi, Pemkab Bekasi Bangun Sumur Pompa Bertenaga Surya.
📅 Rabu, 29 Jul 2026, 11:51 WIB | Oleh: Yebdi TrismarPemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menyiapkan fasilitas sumur pompa bertenaga surya sebagai upaya alternatif mencegah areal persawahan kering karena kendala suplai air irigasi.
"Selain mempercepat normalisasi saluran irigasi, kami membuka opsi pembangunan sumur pompa bertenaga surya sebagai solusi di wilayah yang masih sulit terjangkau aliran air," kata Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja di Cikarang, Selasa.
Dia mengatakan pemerintah daerah saat ini masih berfokus pada percepatan normalisasi saluran irigasi khususnya di wilayah utara seperti Kecamatan Sukatani hingga Tambelang mengingat hamparan sawah seluas 1.000 hektare lebih pada wilayah tersebut nyaris mengalami kekeringan setiap tahun saat kemarau.
Di sepanjang zona hijau Sukatani-Tambelang, kapasitas saluran harus diperbesar agar distribusi air menjangkau areal persawahan. Keberadaan bangunan liar turut menghambat distribusi pasokan air irigasi.
"Makanya kemarin mulai kita lakukan normalisasi. Saya juga meminta masyarakat yang masih memiliki bangunan liar di bantaran saluran agar ditertibkan. Kita siapkan jalur enam meter supaya aliran air lebih lancar," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kondisi serupa dialami petani di Kecamatan Pebayuran yang tidak menerima pasokan air irigasi meski volume air dari hulu terpantau masih tersedia dengan baik. Dari total 6.800 hektare lahan sawah, 2.000-3.000 hektare terdampak kekeringan hingga tidak bisa ditanami.
"Tadi saya meninjau lokasi. Persoalan yang ditemukan adalah hambatan kelancaran distribusi air yang disebabkan kerusakan jembatan pada titik Bandung Kedunggede (BKG) 6 maupun penumpukan eceng gondok di BKG 15 dan BKG 16," katanya.
Pihaknya sedang mendata seluruh lahan pertanian terdampak kekeringan sebagai dasar penyusunan langkah lanjutan. Jika setelah normalisasi aliran air masih belum mampu menjangkau seluruh sawah maka opsi pembangunan sumur pompa bertenaga surya di titik-titik rawan segera dikerjakan.
Asep mengaku konsep tersebut diadopsi dari sistem yang dipraktikkan di Surabaya. Pompa air bertenaga surya ditempatkan pada bangunan kecil di tengah areal persawahan untuk mengalirkan air ke lahan pertanian.
"Satu titik bisa mengairi sekitar delapan sampai sepuluh hektare sawah. Jadi itu menjadi solusi kalau aliran dari sungai yang sudah dinormalisasi masih belum mencukupi," ujarnya.
Meski begitu dirinya menegaskan proyek normalisasi saluran irigasi tetap menjadi prioritas utama saat ini mengingat keberadaan saluran irigasi dengan kapasitas lebih besar diyakini mampu menyuplai pasokan air bagi lahan pertanian terdampak kekeringan.
"Kita upayakan dulu normalisasi agar air bisa mengalir. Kalau itu belum berhasil, baru kita siapkan sumur pompa tenaga surya sebagai solusi tambahan," kata dia
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!