Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Diduga Diskriminatif terhadap WNI, Aktivitas Entourage Bali Ditindaklanjuti Forkopimda Bali.

📅 Rabu, 29 Jul 2026, 12:04 WIB | Oleh:
Diduga Diskriminatif terhadap WNI, Aktivitas Entourage Bali Ditindaklanjuti Forkopimda Bali. Doc: Antara Foto
Ket. Gubernur Bali Wayan Koster usai rapat koordinasi bersama Forkopimda Bali bahas kasus ajang lari oleh komunitas WNA di Canggu, Denpasar, Selasa (28/7).

Gubernur Bali Wayan Koster memastikan tidak ada komunitas Warga Negara Asing (WNA) eksklusif di Bali.

Hal ini disampaikan Koster di Denpasar, Selasa, usai melakukan rapat koordinasi bersama Forkopimda Bali menyikapi aktivitas komunitas WNA Entourage Bali di Canggu yang menggelar lari berjudul Silent Disco diduga diskriminatif terhadap WNI.

“Kalau komunitas eksklusif menurut saya di Bali ini dulu pernah ada komunitas tempat tinggal (Kampung Rusia), ternyata itu sudah tidak ada lagi, nah sekarang juga tidak ada,” ucapnya.

“Yang Silent Disco saya dapat laporan itu ternyata tidak tidak seperti yang diberitakan, orang Indonesianya ada, jadi tidak benar kabar itu,” sambungnya.

Dalam rapat koordinasi yang diikuti Pemprov Bali, Polda Bali, Kodam Udayana, Kejaksaan Tinggi Bali, BINDA Bali, BNN, hingga Imigrasi dipastikan bahwa kondisi Bali kondusif termasuk menyangkut urusan WNA, sehingga forkopimda memastikan Bali masih tetap pilihan destinasi wisata utama dunia.

“Secara umum, dari hasil pembahasan kami, laporan dari Bapak Kapolda, Bapak Danrem, Bapak Kajati, Kabinda, itu secara umum kondisi Bali ini baik, kondusif, aman, hanya memang kita harus bisa membedakan dinamika di media sosial yang yang menjadi banyak pertanyaan-pertanyaan sehingga seakan-akan Bali ini sesuatu yang terganggu, sebenarnya tidak seperti itu adanya,” ujar gubernur.

Meski dipastikan tidak ada ekslusifitas pada kasus ajang lari oleh WNA di Canggu, Pemprov Bali memastikan terus mengevaluasi dan meningkatkan intensitas kerja sesuai dengan tupoksinya.

“Semua itu dalam rangka menjaga agar Bali tetap terjaga dengan baik sebagai destinasi wisata utama dunia, maupun juga kepentingan internal kita sebagai bagian daripada penegakan hukum di Indonesia,” kata Koster.

Disinggung soal buntut kejadian tersebut banyak komunitas lari yang menghentikan aktivitas lari bareng, Gubernur Koster memastikan itu tidak perlu dilakukan.

Sebagai daerah wisata yang salah satunya mendorong wisata olahraga ia mempersilahkan aktivitas lari yang tidak mengganggu dilakukan seperti biasa.

“Kan lari biasa saja boleh tidak ada hal yang perlu dirisaukan sepanjang dia tidak mengganggu, ini kan dilakukan pagi hari, kan tidak ada terganggu biasa saja, kita-kita juga sering lari kan,” tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Uang Masuk dari Sektor Park...

Teknologi AI Harus Digenggam Kaum Muda

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Teknologi AI Harus Digengga...
Nasional
Kaum Muda Didorong untuk Be...
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...

KPK Tangkap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, OTT Ke-18 di 2026

KPK Tangkap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, OTT Ke-18 di 2026

29 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.