Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gaya Hidup Orang Kaya Boros Energi, Tapi Orang Miskin yang Menanggung Dampaknya: Di Mana Keadilan Iklim?

📅 Selasa, 15 Jul 2025, 12:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gaya Hidup Orang Kaya Boros Energi, Tapi Orang Miskin yang Menanggung Dampaknya: Di Mana Keadilan Iklim? Doc: The Conversation
Ket. Ilustrasi

Stanislaus Risadi Apresian, Universitas Katolik Parahyangan

Orang terkaya di dunia berkontribusi besar terhadap perubahan iklim yang memicu cuaca ekstrem dan mengakibatkan berbagai bencana terkait cuaca dan air, seperti banjir dan kekeringan.

Riset terbaru dari Schöngart dan tim di Nature Climate Change pada 7 Mei 2025 memaparkan dua pertiga dari emisi yang menyebabkan pemanasan global disebabkan oleh aktivitas 10% orang terkaya di dunia.

Penelitian ini menggunakan data emisi sepanjang 1990 hingga 2019 dan spesifik menganalisis data emisi yang dihasilkan oleh kelompok 10%, 1%, dan 0,1% orang paling kaya secara global.

Hasil riset menunjukkan bahwa 10% orang terkaya di dunia menyumbang emisi 6,5 lebih besar dibandingkan rata-rata orang pada umumnya. Untuk kelompok 1% dan 0,1% yang lebih elite, angkanya meroket 20 dan 76 kali lipat.

Temuan ini kian menegaskan adanya ketidakadilan iklim. Negara-negara berkembang dan kelompok masyarakat menengah ke bawah yang berkontribusi lebih sedikit terhadap emisi global justru paling terdampak perubahan iklim akibat jejak emisi negara maju dan elite global.

Jejak karbon orang kaya: Gaya hidup dan investasi

Dua sumber emisi utama yang dihasilkan oleh kelompok orang kaya berasal dari gaya hidup intensif karbon dan jenis investasi mereka.

Pertama, soal gaya hidup. Penggunaan jet pribadi jadi simbol status yang kian lazim di kalangan orang kaya. Padahal, pesawat jenis ini menghasilkan emisi per kilometer yang jauh lebih tinggi dibanding moda transportasi lain. Jet populer seperti Cessna Citation XLS misalnya, menghabiskan rata-rata 189 galon (857 liter) bahan bakar per jam.

Pada 2022, Taylor Swift dinobatkan sebagai selebritas penyumbang emisi CO2e terbesar. Dalam satu tahun, ia terbang selama 22.923 menit di udara atau 15,9 hari dengan total 170 penerbangan. Total emisi yang dihasilkan mencapai 8.293 ton atau 1.184 kali emisi tahunan rata-rata orang biasa.

Fenomena serupa juga terjadi di Indonesia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia misalnya, menjadi sorotan publik karena menggunakan jet pribadi saat mudik Lebaran.

Meski mengaku tak pakai duit negara, persoalannya emisi yang dihasilkan jet pribadi dalam satu kali penerbangan lintas wilayah mencapai 3,6 Mt CO?. Menurut studi Gossling, Humpe, dan Leitão, total penerbangan jet pribadi pada 2023 setara dengan emisi 3,7 juta mobil bensin dalam setahun.

Selain Bahlil, putra Presiden RI ketujuh Kaesang Pangarep dan istrinya Erina Gudono juga sempat dikritik publik setelah naik jet pribadi ke AS, yang ditaksir menghasilkan 83,5 Mt CO?.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Nasional
44 Area Konversi Hutan di S...
Megapolitan
Tawuran di Stasiun Manggara...
Advertisement
2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.