Ketahanan Pangan, Cermin Kedaulatan dan Keadilan Sosial
📅 Kamis, 10 Jul 2025, 12:40 WIB | Oleh: SujarKelima, aspek yang sering luput adalah edukasi konsumsi dan literasi gizi. Banyak dari kita yang tidak menyadari bahwa pilihan makan sehari-hari punya dampak terhadap sistem pangan nasional. Mengonsumsi makanan yang beragam dan tidak berlebihan, serta menghindari pemborosan, merupakan kontribusi nyata dalam menjaga ketahanan pangan.
Semua ini kembali pada satu hal, ketahanan pangan bukanlah urusan teknis semata. Ia adalah cermin dari bagaimana negara melindungi rakyatnya dan bagaimana masyarakat menyadari tanggung jawab kolektifnya.
Presiden pertama RI Soekarno pernah berkata, “Pangan adalah soal hidup dan matinya suatu bangsa.” Kalimat ini tidak hanya menjadi pengingat sejarah, tapi juga penanda arah. Bangsa yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya akan selalu berada dalam posisi yang rapuh, baik secara politik, ekonomi, maupun sosial.
Di tengah geliat pertumbuhan produksi yang menggembirakan, kita tetap perlu waspada. Momentum ini harus dijaga dengan kebijakan yang konsisten, partisipasi masyarakat yang aktif, dan dukungan lintas sektor yang solid. Ketahanan pangan adalah maraton, bukan sprint.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dibutuhkan visi jangka panjang, kesabaran dalam pelaksanaan, dan kepekaan terhadap perubahan zaman.
Pada akhirnya, ketahanan pangan adalah bentuk nyata dari keberpihakan. Ia berbicara tentang apakah negara hadir di ladang-ladang petani, di meja makan keluarga miskin, dan dalam kebijakan yang mendukung keberlanjutan. Dan ketika ketahanan pangan benar-benar terwujud, bukan hanya perut yang kenyang, tapi harga diri bangsa pun terangkat.
*) Dr. Nenden Budiarti, S.ST., S.E., M.Si. adalah statistisi Ahli Muda Direktorat Statistik Ketahanan Sosial, Badan Pusat Statistik
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!