Wow! Sang Jenius Eksentrik Elon Musk Ternyata Tidak Puas dengan Status Orang Terkaya di Dunia
📅 Rabu, 25 Jun 2025, 03:10 WIB | Oleh: Tim RedaksiNamun baru-baru ini, ia menjadi sangat kritis terhadap Partai Demokrat dan mengalihkan dukungannya kepada Trump dan Partai Republik, sesuatu yang ia lakukan secara resmi setelah percobaan pembunuhan terhadap Trump pada musim panas tahun 2024.
Ia mengkritik kebijakan ekonomi, imigrasi, pengendalian senjata, dan mengecam banyak dari kebijakan Partai Demokrat yang "woke [sadar]", istilah yang digunakan untuk merendahkan kebijakan sayap kiri atau liberal.
Bahkan, Musk pernah mengungkapkan pendapatnya tentang orang-orang transgender. Beberapa orang menyebutnya anti-gay karena beberapa perselisihan yang melibatkannya.
Ia juga mengeluh tentang orang-orang yang menggunakan kata ganti mereka sendiri, menulis di Twitter pada tahun 2020 bahwa "kata ganti itu menyebalkan," sebelum menghapus pesan tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia kemudian mengunggah: "Saya benar-benar mendukung kaum transgender, tetapi semua kata ganti ini adalah mimpi buruk estetika."
Pada saat yang sama, putrinya, yang sekarang diakui sebagai perempuan dengan nama Vivian Jenna Wil, mengatakan bahwa dia tidak ingin memiliki hubungan dengan ayah kandungnya "dengan bentuk apa pun."
Musk adalah ayah dari lebih 10 anak dengan pasangan yang berbeda. Dia menyebut masa depan umat manusia adalah salah satu perhatiannya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meskipun ia tertarik pada pengembangan kecerdasan buatan, ia telah menjadi salah satu tokoh paling terkemuka yang menyatakan kekhawatiran tentang ancaman yang diduga dapat ditimbulkan oleh AI superintelijen terhadap manusia.
Ia mengeklaim bahwa kebangkitan AI, dikombinasikan dengan penurunan angka kelahiran, dapat mengakibatkan "tidak cukup banyak orang" di dunia.
Hal ini membawanya lebih dekat ke gerakan pronatalis, yang menganggap penurunan angka kelahiran sebagai masalah serius bagi dunia dan melihat keluarga besar sebagai solusinya.
Dalam biografi Musk tahun 2015, penulis Ashlee Vance menggambarkan Musk sebagai "orang sok tahu yang suka berkonflik dengan ego yang meluap-luap." Ia juga mengatakan Musk adalah "penari yang canggung dan pembicara yang pemalu."
Di media, ia disebut sebagai seorang jenius gila dan troll terbesar di Twitter, yang dikenal karena ambisinya yang tinggi dan gemar bertengkar mengenai hal-hal yang remeh. Belum lagi tuntutan hukum yang ia dan perusahaannya hadapi dari regulator, investor, dan lainnya atas isu-isu seperti diskriminasi rasial.
Namun Musk terbuka tentang kekurangannya. "Jika Anda menyebutkan dosa-dosa saya, saya terlihat seperti orang terburuk di dunia," kata dia dalam wawancara TED tahun 2022.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!