Wow! Sang Jenius Eksentrik Elon Musk Ternyata Tidak Puas dengan Status Orang Terkaya di Dunia
📅 Rabu, 25 Jun 2025, 03:10 WIB | Oleh: Tim RedaksiNamun, karyawannya kurang beruntung: perusahaan itu secara drastis mengurangi jumlah tenaga kerjanya, termasuk tim yang bertanggung jawab untuk menjaga keamanan platform. Perusahaan itu juga memperkenalkan langganan premium baru sehingga bisnisnya tidak hanya bergantung pada iklan untuk pendapatan.
Musk mengatakan saat itu bahwa ia berinvestasi di Twitter karena ia percaya "pada potensinya untuk menjadi platform bagi kebebasan berekspresi di seluruh dunia."
"Saya percaya bahwa kebebasan berekspresi adalah keharusan sosial untuk demokrasi yang berfungsi," tegas dia.
Namun, ia tidak ragu untuk memblokir sejumlah jurnalis dari beberapa media, seperti New York Times, CNN, dan Washington Post, setelah menuduh mereka membagikan data lokasinya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Organisasi seperti Uni Eropa, PBB, serta pemerintah dan jurnalis, mengutuk tindakan tersebut.
"Kebebasan pers bukanlah mainan," kata Wakil Sekretaris Jenderal PBB, Melissa Fleming. "Pers yang bebas adalah landasan masyarakat demokratis dan alat utama dalam memerangi disinformasi yang berbahaya."
Musk menerapkan banyak perubahan pada praktik moderasi X. Beberapa analisis menunjukkan bahwa ujaran kebencian meningkat di jejaring sosial X setelah dibeli Musk. Hal ini menyebabkan banyak perusahaan dan pengguna meninggalkan platform tersebut dalam istilah yang dikenal sebagai "eksodus besar-besaran".
Sebaiknya Anda baca juga:
Akibatnya, nilai perusahaan X anjlok dari US$44 miliar menjadi hanya US$9,4 miliar, menurut beberapa perkiraan.
Musk juga memiliki ambisi di sektor AI. Dia menjadi investor awal di perusahaan induk ChatGPT sebelum berpisah pada tahun 2018 dan mendirikan perusahaannya sendiri pada 2023, yaitu xAI. Dia beralasan hal itu dilakukan "untuk memahami hakikat sejati alam semesta."
Pada Februari 2024, ia menggugat OpenAI dan bosnya, Sam Altman, dengan tuduhan bahwa perusahaan yang ia bantu dirikan telah meninggalkan asal-usul nirlaba dan sumber terbuka dengan bergabung ke Microsoft.
Setahun kemudian, Musk memimpin tawaran pengambilalihan yang ditolak mentah-mentah oleh Altman.
"Saya tidak pernah sepenuhnya yakin dia tahu apa yang ingin dia lakukan besok," kata jurnalis Chris Stokel-Walker tentang minat Musk yang luas. "Dia didorong oleh naluri."
Musk telah lama mendefinisikan dirinya sebagai "moderat secara politik" dan "independen." Bahkan, ia mengatakan bahwa ia memilih Barack Obama, Hillary Clinton, dan, dengan berat hati, Joe Biden, yang semuanya dari Partai Demokrat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!