Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bisakah Sekolah Rakyat Jadi Solusi Ketimpangan Pendidikan bagi Masyarakat Miskin?

📅 Selasa, 24 Jun 2025, 15:30 WIB | Oleh: Tim Penulis

Misalnya, ada anggapan bahwa hanya siswa-siswa yang memiliki performa akademis yang baik yang boleh mendapatkan pendidikan berkualitas.

Tentu, siswa dengan sumber daya mumpuni lebih mungkin mempersiapkan diri, misalnya dengan dukungan tambahan dari keluarga maupun bimbingan belajar. Sementara anak-anak miskin punya kesempatan lebih terbatas untuk membantu mereka sukses di sekolah, lepas dari performa akademisnya.

Alhasil, karena hasil belajar cenderung dilihat sekadar sebagai kombinasi antara bakat (mitos meritokrasi), ketimpangan yang terjadi di pendidikan cenderung terjustifikasi.

Minim interaksi inklusif

Sekolah Rakyat akan dibangun dengan sistem asrama. Artinya, anak-anak pergi meninggalkan komunitasnya untuk mendapatkan hak belajarnya. Meskipun praktik sekolah berasrama ini umum terjadi, mencabut anak dari komunitas bisa berdampak serius di level komunitas.

Di negara yang demokratis, idealnya masyarakat dari berbagai latar belakang hidup saling berdampingan. Sayangnya, ketimpangan membuat jarak sosial antara kelompok miskin dan menengah atas terus melebar. Mereka tidak saja tinggal di tempat berbeda, tapi memiliki jaringan sosial yang berbeda pula.

Meski sekolah tidak bisa menyelesaikan semua masalah ketimpangan, sebagai institusi publik, sekolah seharusnya bisa menjadi tempat anak-anak dari berbagai latar belakang kelas ekonomi, agama, gender, dan identitas lainnya untuk membangun interaksi yang bermakna.

Riset di Amerika Serikat (AS) menunjukkan bahwa anak-anak miskin mendapatkan manfaat dari pertemanan antarkelas. Memiliki teman dari golongan ekonomi yang lebih baik membuat kesempatan anak-anak miskin untuk mengalami mobilitas sosial jadi lebih tinggi. Di India, interaksi anak antarkelas juga membuat anak-anak dari rumah tangga kaya cenderung menjadi lebih egaliter dan prososial.

Sebaliknya, di Inggris, alumni sekolah elit yang didominasi oleh orang-orang kaya cenderung lebih loyal pada partai konservatif—partai yang cenderung diskriminatif ke kelompok-kelompok marginal di Inggris.

Memisahkan kelompok siswa miskin dan nonmiskin di institusi pendidikan yang berbeda rentan membuat kita kehilangan manfaat dari interaksi inklusif yang mungkin terjadi di tempat-tempat publik seperti sekolah.

Belum tentu bermanfaat untuk anak-anak miskin

Di beberapa wilayah, Sekolah Rakyat kesulitan mencari anak-anak dari rumah tangga miskin untuk menjadi muridnya. Sebagian karena tidak siap pisah dari keluarga, sebagian lain karena lebih memilih masuk sekolah kejuruan.

Ini sejalan dengan temuan studi di Inggris yang menunjukkan bahwa meskipun memenuhi kualifikasi, anak-anak miskin tidak selamanya ingin masuk ke program khusus siswa berpotensi akademis. Sebagian yang sudah masuk ke program tersebut justru memutuskan untuk keluar karena merasa tidak nyaman dengan model pendidikan yang kurang inklusif dan tidak sesuai dengan kebutuhan mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban
    Preview komentar:
    Wa Call Center perihal kendala tarik tunai Bank ...
    Wa Call Center perihal kendala tarik tunai Bank ...
  • Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng
    Preview komentar:
    Wa Call Center layanan blokir kartu ATM Bank ...
    Wa Call Center layanan Blokir kartu ATM Bank ...
  • Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain
    Preview komentar:
    Wa Call Center layanan buka blokir Ollin by ...
    Wa Call Center layanan buka blokir Ollin by ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

Paus Sampaikan Solidaritas untuk Korban Gempa NTT

47 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Paus Sampaikan Solidaritas ...
Ekonomi
BI: Transaksi QRIS Bebas Bi...
Daerah
Tim SAR Gabungan Temukan Se...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.