Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tentara Junta Tewaskan 700 Warga Sipil dalam Enam Bulan

📅 Selasa, 23 Jun 2026, 02:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tentara Junta Tewaskan 700 Warga Sipil dalam Enam Bulan Doc: AFP
Ket. SERANGAN UDARA - Seorang pria berjalan melintasi bangunan yang hancur akibat serangan udara militer Myanmar di Kota Kyauktaw di Negara bagian Rakhine barat pada 18 Juni lalu.

JENEWA - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada hari Senin (22/6) melaporkan bahwa militer Myanmar bertanggung jawab atas lebih dari 700 kematian warga sipil selama periode pemilihan enam bulan tahun lalu.

Sebuah laporan PBB terbaru yang mencakup periode dari Agustus lalu, ketika militer Myanmar mengumumkan pemilihan umum akan diadakan, hingga berakhirnya periode pemungutan suara pada akhir Januari, menyatakan bahwa sumber-sumber yang kredibel telah memverifikasi setidaknya 702 kematian warga sipil selama periode tersebut.

"Dari jumlah korban tewas tersebut, 224 adalah perempuan dan 153 anak-anak," kata laporan dari kantor hak asasi manusia PBB, seraya menambahkan bahwa serangan udara tetap menjadi penyebab tunggal terbesar kehancuran dan penderitaan.

"Setidaknya 505 warga sipil, termasuk 175 perempuan dan 112 anak-anak, atau 57 persen dari total, tewas dalam serangan yang dilakukan dengan jet tempur, drone, paramotor, dan gyrocopter," demikian pernyataan tersebut.

Ketika ditanya siapa yang bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut, juru bicara Ravina Shamdasani mengatakan kepada AFP bahwa 702 orang tersebut adalah korban militer Myanmar.

"Itu tidak berarti bahwa tidak ada korban sipil yang disebabkan oleh kelompok bersenjata lain," tegas dia, seraya menambahkan bahwa laporan tersebut bergantung pada data kredibel yang mereka miliki dan angka tersebut bukanlah angka yang komprehensif.

Perang saudara melanda Myanmar pada tahun 2021 ketika militer melakukan kudeta, mengakhiri masa damai demokrasi selama satu dekade dan menggulingkan pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi.

Myanmar diperintah langsung oleh militer selama lima tahun setelah kudeta, sebelum junta mengadakan pemilu yang sangat terbatas yang tahun ini memberikan kemenangan telak bagi sekutunya dalam politik sipil.

Anggota parlemen baru memilih pemimpin kudeta Min Aung Hlaing sebagai presiden dalam masa transisi yang dikecam oleh pengawas demokrasi sebagai taktik untuk mengubah citra pemerintahannya yang berkelanjutan.

Serukan Rekomendasi

Kantor hak asasi manusia PBB, yang sejak awal sangat kritis terhadap pemilu tersebut, menyatakan dalam laporannya bahwa pelanggaran dan penyalahgunaan hak asasi manusia yang serius, di tengah ketidakamanan dan ketidakstabilan yang meluas, menjadi ciri periode sebelum pemilu yang dikendalikan militer.

Pernyataan itu menyebutkan bahwa mereka telah memverifikasi insiden-insiden yang menunjukkan tren dan pola pelanggaran serta penyalahgunaan yang secara signifikan merusak hak dan kebebasan mendasar yang penting untuk pemilihan yang kredibel.

Kantor hak asasi manusia PBB juga menetapkan bahwa kematian warga sipil meningkat tajam terutama dalam dua periode terutama pada bulan Agustus-September dan Desember, yang bertepatan dengan pengumuman hasil pemilihan umum dan kemajuan militer di medan perang saat mereka berupaya mengamankan jangkauan teritorialnya.

Pernyataan Kantor hak asasi manusia PBB itu kemudian menyerukan rekomendasi kepada negara-negara untuk merujuk situasi Myanmar ke Mahkamah Pidana Internasional dan untuk menghentikan dan mencegah transfer senjata ke Myanmar, serta bahan bakar jet dan barang-barang dwiguna, di mana ada risiko bahwa hal itu dapat memfasilitasi pelanggaran hukum internasional. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Luar Negeri
19 Orang Tewas dalam Traged...
Nasional
Permudah Akses WLKP, Kemnak...
Advertisement
Dampak Karhutla, Gangguan Penerbangan Meluas hingga Sulawesi dan Sumatera Bagian Utara

Dampak Karhutla, Gangguan Penerbangan Meluas hingga Sulawesi dan Sumatera Bagian Utara

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.