Korban Kekerasan oleh Kekasih Dapat Penanganan Khusus, RSHS Bandung Siapkan Tim Medis.
📅 Selasa, 23 Jun 2026, 12:37 WIB | Oleh: Yebdi TrismarDinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat menyebut Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung telah membentuk tim medis khusus untuk menangani YTR (29), korban kekerasan dan penyekapan oleh kekasih, guna memastikan pengobatan berjalan maksimal.
Kepala Dinkes Jawa Barat (Jabar) Raden Vini Adiani Dewi di Bandung Barat, Selasa, mengatakan tim tersebut terdiri atas sejumlah dokter spesialis yang akan menangani berbagai kondisi medis yang dialami korban.
"Sudah dibentuk tim khusus oleh Rumah Sakit Hasan Sadikin. Ada spesialis bedah, bedah plastik, mata, satu tim pokoknya sudah dibentuk," katanya.
Menurut dia, penanganan terhadap korban tidak dapat dilakukan dalam satu kali tindakan medis karena sejumlah kondisi memerlukan perbaikan secara bertahap.
Vini menjelaskan korban akan menjalani serangkaian operasi sesuai kebutuhan medis dengan mempertimbangkan kondisi fisik dan proses pemulihan setelah tindakan dilakukan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Nanti ada operasi bertahap, jadi satu operasi istirahat dulu karena ada beberapa kondisi yang harus diperbaiki. Jadi perawatannya membutuhkan waktu yang cukup lama karena kan operasi pertama pulang dulu," ujarnya.
Ia mengatakan secara teknis seluruh penanganan medis dilakukan oleh tim RSHS Bandung, sementara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar memberikan dukungan terhadap proses pengobatan dan pemulihan korban sesuai arahan Gubernur Jabar.
"Alhamdulillah, sekarang kondisinya membaik. Kalau kami dari Pemprov Jabar diinstruksikan oleh Pak Gubernur untuk memberikan bantuan dalam proses pengobatan. Jadi Insya Allah dalam pemantauan Pemprov Jabar," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Korban diduga mengalami penyekapan dan penyiksaan selama sekitar tiga tahun di sebuah kontrakan di Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.
Keberadaan korban diketahui keluarga setelah menerima pesan dari pihak tidak dikenal yang menginformasikan bahwa korban tengah menjalani perawatan di rumah sakit.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!