ITSEC Asia Rilis IntelliBron Aman Enterprise, Perluas Akses Keamanan Siber Mobile
📅 Selasa, 14 Apr 2026, 22:15 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA — PT ITSEC Asia Tbk menandai perjalanan 16 tahun operasionalnya dengan meluncurkan solusi keamanan siber terbaru bertajuk IntelliBron Aman Enterprise. Produk ini dirancang sebagai perlindungan mobile tingkat enterprise yang dapat diakses oleh anggota institusi seperti karyawan, siswa, hingga aparatur pemerintah tanpa biaya pribadi.
Peluncuran ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperluas akses keamanan siber di Indonesia, seiring meningkatnya ancaman digital yang menyasar perangkat mobile. Solusi tersebut dijadwalkan segera tersedia dalam waktu dekat.
Didirikan pada 2010, ITSEC Asia berkembang dari perusahaan layanan keamanan siber menjadi entitas teknologi yang melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2023 dengan kode saham CYBR. Hingga kini, perusahaan telah berekspansi ke sejumlah negara seperti Singapura, Australia, Uni Emirat Arab, dan Mauritius, serta didukung lebih dari 400 profesional.
Selama 16 tahun, ITSEC Asia telah menyelesaikan lebih dari 7.000 proyek keamanan siber dan melayani lebih dari 300 klien dari berbagai sektor, termasuk layanan keuangan, telekomunikasi, energi, dan pemerintahan.
Kinerja bisnis perusahaan juga menunjukkan pertumbuhan signifikan, dengan pendapatan mencapai Rp527,1 miliar pada 2025 atau meningkat sekitar 62 persen secara tahunan. Laba bersih tercatat sebesar Rp65,4 miliar, menandai penguatan posisi perusahaan di industri keamanan siber nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Dannacher, menyatakan bahwa pertumbuhan perusahaan berjalan seiring dengan percepatan transformasi digital di Indonesia. “Pencapaian kami tidak hanya tercermin dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari fondasi yang semakin kuat sebagai perusahaan keamanan siber yang berkelanjutan dan profitable,” ujarnya melalui siaran pers pada hari Selasa (14/4).
Peluncuran IntelliBron Aman Enterprise difokuskan untuk menjawab celah keamanan pada perangkat mobile pribadi yang digunakan dalam lingkungan kerja maupun pendidikan. Ancaman seperti malware, penipuan digital yang menyamar sebagai layanan resmi, hingga pencurian data finansial dinilai semakin marak terjadi di Indonesia.
Melalui pendekatan berbasis institusi, organisasi seperti sekolah, instansi pemerintah, dan perusahaan dapat berlangganan platform ini dan mendistribusikan kode aktivasi kepada anggota mereka. Dengan demikian, pengguna dapat mengunduh dan mengaktifkan aplikasi tanpa biaya, sekaligus mendapatkan perlindungan terhadap berbagai ancaman digital.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Patrick, pendekatan ini menempatkan institusi sebagai pelindung pertama bagi anggotanya di ruang digital. “Ancaman di perangkat mobile saat ini nyata, mulai dari penipuan finansial hingga malware yang membajak data pribadi. Solusi ini memungkinkan institusi melindungi anggotanya secara langsung tanpa beban biaya individu,” katanya.
Produk ini merupakan pengembangan dari versi sebelumnya, IntelliBron Aman, yang telah tersedia untuk pengguna individu. Versi enterprise memperluas cakupan perlindungan ke tingkat organisasi, sehingga menciptakan ekosistem keamanan mobile yang lebih komprehensif.
Selain peluncuran produk, ITSEC Asia juga menegaskan komitmennya dalam pengembangan talenta melalui pendirian ITSEC Cyber and AI Academy pada 2025. Inisiatif ini bertujuan menjawab kebutuhan sumber daya manusia di bidang keamanan siber dan kecerdasan buatan yang masih terbatas di Indonesia.
Academy tersebut dirancang sebagai pusat pengembangan kapabilitas praktis dengan pendekatan berbasis pengalaman nyata, termasuk simulasi dan pelatihan yang dipandu praktisi bersertifikat. Fokus utamanya adalah memperkuat kesiapan institusi dalam menghadapi risiko siber serta mempercepat adopsi teknologi berbasis AI.
Seiring meningkatnya kompleksitas lanskap digital nasional, ITSEC Asia memandang perlindungan siber sebagai tanggung jawab kolektif. Peluncuran IntelliBron Aman Enterprise menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperluas akses perlindungan digital secara lebih merata.
“Keamanan siber tidak boleh menjadi privilese segelintir pihak. Dengan solusi ini, kami ingin memastikan bahwa perlindungan digital dapat diakses lebih luas oleh masyarakat melalui peran institusi,” terang Patrick.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!