Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026

📅 Selasa, 23 Jun 2026, 07:55 WIB | Oleh:
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026 Doc: istimewa

JAKARTA – Rupiah diperkirakan masih berada dalam te­kanan pada perdagangan hari ini seiring sikap investor yang cenderung menunggu (wait and see) hasil pengumuman klasi­fikasi pasar oleh MSCI (Morgan Stanley Capital International). Ketidakpastian terkait posisi Indonesia dalam indeks global tersebut membuat pelaku pasar menahan ekspansi investasi dan cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.

Kondisi ini berpotensi memicu volatilitas nilai tukar, ter­utama jika hasil evaluasi MSCI memengaruhi persepsi in­vestor asing terhadap daya tarik pasar keuangan domestik. Dalam jangka pendek, pergerakan rupiah akan sangat di­pengaruhi oleh sentimen eksternal, arus modal asing, serta respons pasar terhadap keputusan MSCI.

Pengamat mata uang dari Doo Financial Future, Luk­man Leong melihat pergerakan rupiah, hari ini (22/6) bakal dipengaruhi sentimen pengumuman MSCI. Investor juga akan terus memantau perkembangan seputar pembicaraan damai Amerika Serikat (AS)-Iran, dan situasi di Lebanon.

Karenanya, Lukman memproyeksikan kurs rupiah ter­hadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antar­bank, Selasa (23/6), bergerak di kisaran 17.800 – 17.900 ru­piah per dollar AS dengan kecenderungan melemah.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Senin (22/6) sore, melemah 39 poin atau 0,22 persen dari akhir pekan lalu menjadi 17.843 rupiah per dollar AS. “Pelemahan ini disebabkan pernya­taan Presiden AS Donald Trump terkait potensi aksi militer di Lebanon,” ujar Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi.

Ibrahim menambahkan sentimen pasar terguncang se­telah Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran tentang potensi aksi militer tambahan kecuali Iran meng­ambil langkah untuk mengendalikan kelompok Hizbullah yang beroperasi di Libanon. Komentar tersebut muncul ketika Wakil Presiden ASD JD Vance membuka babak baru pembicaraan diplomatik dengan perwakilan Iran di Swiss.

Dalam pertemuan di Swiss, Iran disebut telah menda­patkan pengecualian untuk ekspor minyak dan petrokimia, sehingga meredakan kekhawatiran tentang kekurangan pa­sokan di pasar global dan menekan harga minyak mentah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Jakarta International Photo...
Advertisement
Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.