Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penghargaan Kemenkes: Bangka Belitung Jadi Kawasan Tanpa Rokok

📅 Kamis, 12 Jun 2025, 16:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penghargaan Kemenkes: Bangka Belitung Jadi Kawasan Tanpa Rokok Doc: Antara
Ket. Gubernur Kepulauan Babel Hidayat Arsani di Jakarta, Kamis (12/6).

Pangkalpinang - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berhasil meraih penghargaan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sebagai komitmen pemerintah daerah menjaga kesehatan masyarakat.

“Penghargaan ini bukan akhir, tetapi awal perjuangan," kata Gubernur Kepulauan Babel Hidayat Arsani usai menerima Penghargaan KTR Kemenkes di Jakarta, Kamis (12/6).

Ia mengatakan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, saat ini seluruh pemerintah kabupaten dan kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

"Saya berkomitmen untuk melanjutkan perjuangan dengan menyentuh langsung akar rumput melalui sosialisasi tanpa rokok dari desa ke desa," katanya.

Ia mengimbau masyarakat agar mengurangi konsumsi rokok demi kesehatan bersama, karena penyakit mematikan seperti jantung dan stroke banyak dipicu oleh kebiasaan merokok.

"Kita tidak hanya menggencarkan sosialisasi bahaya rokok, tetapi juga akan menambah kawasan tanpa asap rokok di ruang-ruang publik agar lebih tertib dan ramah bagi warga non-perokok," katanya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan saat ini 209 kabupaten dan kota di Indonesia telah memiliki perda dan perkada kebijakan KTR, 168 daerah yang memiliki perda dan 109 daerah yang memiliki peraturan kepala daerah (perkada). Namun, masih ada 28 kabupaten/kota yang belum memiliki regulasi KTR sama sekali.

“Kami menargetkan sebelum akhir tahun seluruh kabupaten, kota di Indonesia sudah memiliki perda dan perkada KTR. Ini penting untuk masa depan bangsa,” ujarnya.

Ia juga mengangkat fakta ilmiah bahwa sel manusia sebenarnya bisa hidup hingga 120 tahun. Namun karena pola hidup yang tidak sehat, seperti merokok, usia harapan hidup menjadi jauh lebih pendek.

“Kalau paru-paru kita rusak karena rokok, bagaimana kita bisa sehat sampai usia 120 tahun? Maka salah satu cara merawat organ vital ini adalah tidak merokok,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat di Usia 73 Tahun

Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat di Usia 73 Tahun

26 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.