Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonomi Biru Jalan! KKP: Mangrove & Kerang Dara Kunci Nelayan Belitung Sejahtera

📅 Senin, 03 Agu 2026, 14:27 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ekonomi Biru Jalan! KKP: Mangrove & Kerang Dara Kunci Nelayan Belitung Sejahtera Doc: istimewa
Ket. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendukung kolaborasi pelaku usaha dan masyarakat dalam memanfaatkan ruang laut di Desa Juru Seberang, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung untuk kegiatan konservasi mangrove dan peningkatan populasi kerang dara sebagai salah satu sumber penghasilan masyarakat pesisir

JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendukung kolaborasi pelaku usaha dan masyarakat dalam memanfaatkan ruang laut di Desa Juru Seberang, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung untuk kegiatan konservasi mangrove dan peningkatan populasi kerang dara sebagai salah satu sumber penghasilan masyarakat pesisir. 

Direktur Pemanfaatan Ruang Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Permana Yudiarso menyampaikan bahwa keberhasilan pengelolaan ruang pesisir dan laut tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan.

"Mangrove memiliki peran strategis sebagai penyimpan karbon biru, pelindung pantai dari abrasi, habitat berbagai biota serta penopang mata pencaharian masyarakat pesisir. Melalui kolaborasi seperti ini, kita tidak hanya menjaga ekosistem namun juga membangun fondasi ekonomi pesisir yang berkelanjutan," ujar Permana dalam siaran resmi di Jakarta, Senin (3/8).

Aksi bersama antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat di Desa Juru Seberang bertepatan dengan Peringatan Hari Mangrove Sedunia pada Minggu (26/7). Kegiatan itu diantaranya dilakukan penebarangan indukan kerang dara di kawasan mangrove, disertai dengan penandatanganan Komitmen Bersama Masyarakat untuk melindungi dan mengelola bersama area indukan kerang dara di Desa Juru Seberang.

“Kami optimis ini menjadi fondasi bagi pengelolaan pesisir yang adaptif terhadap perubahan iklim sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Belitung,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Program Director Bakau Institute Naufal Bintang Akbar mengungkapkan bahwa keberhasilan tidak hanya bergantung pada kegiatan rehabilitasi, tetapi juga pada tumbuhnya rasa memiliki masyarakat terhadap sumber daya pesisir yang menjadi penopang kehidupan mereka.

Kawasan perlindungan indukan kerang dara di Desa Ujung Seberang diharapkan menjadi contoh bahwa konservasi dapat berjalan berdampingan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

“Harapan kami, upaya ini mampu meningkatkan populasi kerang dara secara alami sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pesisir yang menjadi habitat berbagai biota laut,” pungkas Naufal.

Kolaborasi ini sejalan dengan komitmen Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam mewujudkan ekonomi biru melalui perlindungan ekosistem pesisir, penguatan pengelolaan ruang laut serta pemberdayaan masyarakat sebagai pelaku utama konservasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

35 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

58 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.