Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Pertimbangkan Pembelian Jet Tempur J-10 China dan F-15EX AS

📅 Jumat, 06 Jun 2025, 14:45 WIB | Oleh:
Indonesia Pertimbangkan Pembelian Jet Tempur J-10 China dan F-15EX AS Doc: Reuters
Ket. Pesawat tempur Chengdu J-10 milik Tiongkok melakukan penerbangan selama kompetisi Aviadarts, sebagai bagian dari International Army Games 2021

JAKARTA - Pemerintah Indonesia saat ini tengah mempertimbangkan pembelian jet tempur J-10 buatan China, sembari tetap membuka opsi untuk menyelesaikan kesepakatan pembelian F-15EX buatan Amerika Serikat. Pernyataan ini disampaikan Wakil Menteri Pertahanan, Marsekal Madya Donny Ermawan Taufanto, pada Rabu (4/6/2025).

Langkah ini menjadi bagian dari upaya modernisasi alutsista nasional, menyusul pengadaan jet tempur Rafale dari Prancis sebanyak 42 unit senilai US$8,1 miliar pada tahun 2022, yang enam unit pertamanya dijadwalkan tiba tahun depan.

“Kami sudah bicara dengan China, mereka tawarkan banyak, tidak hanya J-10, tapi juga kapal, persenjataan, fregat. Kami sedang mengevaluasi J-10,” ujar Taufanto.

Ia menambahkan bahwa proses evaluasi mencakup kompatibilitas sistem, dukungan purnajual, serta efisiensi harga. Pertimbangan ini telah berlangsung selama lebih dari setahun, dan Taufanto mengakui bahwa pihaknya akan mempertimbangkan pula performa J-10 di medan tempur, khususnya dalam insiden terbaru antara Pakistan dan India — di mana jet J-10 milik Pakistan dilaporkan menembak jatuh beberapa jet India bulan lalu.

Di sisi lain, Indonesia juga masih mempertimbangkan untuk melanjutkan pembelian F-15EX dari Boeing, berdasarkan kesepakatan yang sudah diteken tahun lalu. Meski kemampuan F-15EX dianggap mumpuni, harga yang ditawarkan sekitar US$8 miliar untuk 24 unit dinilai masih perlu ditinjau lebih lanjut oleh pemerintah.

Taufanto mengisyaratkan bahwa pemerintah tidak ingin terburu-buru dalam mengambil keputusan.

“Kami sedang mempertimbangkan tawaran (Prancis). Kami sedang mempertimbangkan anggaran kami sendiri, kami sedang mengevaluasi, terutama mengingat kami memiliki opsi lain seperti J-10, F-15,” katanya.

Selain itu, kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Jakarta pekan lalu juga membuka peluang kerja sama lebih lanjut. Macron menyatakan telah menandatangani pakta pertahanan awal bersama Presiden terpilih Prabowo Subianto, yang dapat membuka jalan bagi pesanan tambahan perangkat keras militer dari Prancis, termasuk tambahan jet Rafale.

Langkah Indonesia ini mencerminkan strategi pertahanan yang pragmatis dan non-blok, dengan menjaga hubungan baik dengan mitra-mitra utama di Barat maupun Timur sambil memastikan kesiapan operasional dan efisiensi anggaran pertahanan nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
Advertisement
gaia musik festival
MILITER

Pecah Bintang: Gerbang Menuju Jenderal

34 menit yang lalu | Winoto Wahyu

Nasional
Pecah Bintang: Gerbang Menu...
Nasional
Mengapa Sebagian Masyarakat...
Megapolitan
BMKG: Jakarta Diprakirakan ...
Judi Online Rp2,5 Triliun Mengalir di Jabar, Dedi Mulyadi Dorong LPM Perkuat Ekonomi Desa

Judi Online Rp2,5 Triliun Mengalir di Jabar, Dedi Mulyadi Dorong LPM Perkuat Ekonomi Desa

09 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.