Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Karhutla Gunung Bromo Makin Meluas, Api Belum Padam Diterjang Angin Kencang.

8 Minggu, 09 Agu 2026, 06:14 WIB | Oleh:
Karhutla Gunung Bromo Makin Meluas, Api Belum Padam Diterjang Angin Kencang. Karhutla Gunung Bromo Makin Meluas, Api Belum Padam Diterjang Angin Kencang. Doc: Antara Foto
Ket. Petugas berusaha memadamkan karhutla di Gunung Bromo yang semakin meluas, Sabtu (8/8).

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Bromo yang merupakan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, semakin meluas akibat angin kencang dan belum juga padam hingga Sabtu (8/8) malam.

"Kami mendapatkan informasi perkembangan kebakaran di TNBTS bahwa api menjalar di kawasan Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) di arah blok Jantur akibat kuatnya angin yang cukup kencang," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief.

Menurutnya, tim gabungan yang melakukan pemadaman kobaran api diminta untuk memprioritaskan keselamatan, sehingga semua tim berkumpul ke lokasi yang aman yakni di sekitar JLKT.

"Tidak selang lama kemudian, kami mendapat informasi bahwa angin agak mereda dan tim bergerak maju ke arah Jemplang melalui jalur lama. Kami berhasil memutus api tidak menyeberangi jalur lama (jaring laba-laba), sehingga diharapkan sepanjang malam ini angin tidak membesar, dan api tidak menyeberang lagi ke arah utara Watangan," tuturnya.

Ia mengatakan semua petugas masih siaga penuh untuk memantau situasi karhutla di Gunung Bromo dan mudah-mudahan api tidak semakin membesar.

Berdasarkan data Balai Besar TNBTS, area yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 176 hektare dan sebagian besar kawasan yang terbakar berada di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Kebakaran yang mulai terjadi pada Senin (3/8) tersebut terus meluas. Pada awal kejadian, luas area terbakar tercatat sekitar 7,9 hektare, kemudian meningkat menjadi 44 hektare, 51 hektare hingga mencapai sekitar 176 hektare pada Jumat (7/8) malam.

Sementara itu, Balai Besar TNBTS mengumumkan penutupan secara total seluruh akses kunjungan wisata ke kawasan Gunung Bromo menyusul kejadian kebakaran hutan yang semakin meluas di area Kaldera Bromo sejak 8 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan..

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha dalam surat keterangan resmi, Sabtu malam, mengatakan bahwa langkah penutupan kawasan tersebut diambil demi efektivitas upaya pemadaman api di lapangan serta menjamin keamanan dan keselamatan para pengunjung.

Penutupan diberlakukan di seluruh pintu masuk kawasan TNBTS, yang meliputi pintu masuk Cemorolawag di Kabupaten Probolinggo, Wonokitri di Kabupaten Pasuruan, Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta Senduro di Kabupaten Lumajang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.