Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Polres Metro Bekasi Kota Bekuk Pencuri Spesialis Kabel Menara Seluler

📅 Kamis, 04 Jun 2026, 18:20 WIB | Oleh:
Polres Metro Bekasi Kota Bekuk Pencuri Spesialis Kabel Menara Seluler Doc: IG telkominfra

KOTA BEKASI - Polres Metro Bekasi Kota berhasil membekuk pencuri spesialis kabel menara seluler. Pelaku berinisial MI yang juga residivis ditangkap saat beraksi di Pekayon, Kota Bekasi, pada 20 Maret dini hari.

Kabel menara seluler atau kabel BTS (Base Transceiver Station) adalah kabel yang khusus untuk jaringan menara seluler. Kabel ini terbuat dari serat optik yang berfungsi menyalurkan sinyal dua arah antar perangkat elektronik.

Kabel BTS terdiri dari tiga jenis yaitu kabel feeder, kabel power dan kabel grounding. Harga kabel BTS baru antara Rp 50 ribu hingga Rp 300 ribu per meter.

Menurut Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro, pelaku ditangkap berdasarkan laporan warga. Polisi bergerak cepat saat pelaku beraksi di wilayah Pekayon pada 20 Maret 2026 sekira pukul 01.30 WIB.

Pelaku sempat menyusup ke lokasi tower BTS yang dikelola perusahaan telekomunikasi Huawei. Pelaku juga sudah sempat menggali dan memotong sejumlah kabel yang berada di dalam area tower sepanjang 135 meter.

Saat pelaku hendak memotong kabel lain di lokasi tower, aksinya terendus warga sekitar. Warga yang curiga kemudian melapor kepada pihak kepolisian yang langsung bergerak menuju lokasi untuk menangkap pelaku.

"Kami lagsung bergerak menangkap pelaku di lokasi," kata Kusumo Bontoro. Kapolres menjelaskan hal itu saat jumpa pers di Polres Metro Bekasi Kota, Rabu (3/6).

Dalam pemeriksaan pelaku mengaku pernah melakukan aksi serupa di wilayah Kabupaten Bekasi. Akibat pencurian tersebut, layanan salah satu operator telekomunikasi sempat mengalami gangguan.

Kapolres menegaskan bahwa perbuatan pelaku tidak hanya menimbulkan kerugian materil bagi pengelola tower BTS. Tetapi juga berdampak pada layanan komunikasi yang digunakan masyarakat.

"Silahkan laporkan ke Kepolisian bila melihat aktivitas mencurigakan di sekitar fasilitas umum atau infrastruktur vital. Sehingga kasus ada kejadian serupa tidak terulang," ujar dia.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal pencurian dengan pemberatan yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.