Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Morotai Bangun Citra Daerah Lewat Jejak Sejarah Perang Dunia II

📅 Kamis, 29 Mei 2025, 07:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Morotai Bangun Citra Daerah Lewat Jejak Sejarah Perang Dunia II Doc: Antara
Ket. Museum peran dunia II di Kabupaten Pulau Morotai.

Ternate - Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara membangun city branding atau penjenamaan wilayah berbasis potensi sejarah Perang Dunia II sebagai daya tarik  pariwisata daerah itu.

"Salah satu daya tarik Morotai yakni sejarah Perang Dunia II, Morotai dijadikan basis sekutu dalam pertarungan melawan tentara Jepang pada  1944," kata Bupati Pulau Morotai Rusli Sibua  didampingi Wakil Bupati,Rio C. Pawane dan para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dihubungi dari Ternate, Kamis (28/5).

Menurut dia  dalam membangun penjenamaan wilayah Morotai sejarah Perang Dunia II  memikat daya tarik wisatawan domestik dan mancanegara untuk mengunjungi wilayah di bibir Pasifik ini. 

Sejalan dengan itu  Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum (Kemenkum) Maluku Utara (Malut) juga  mendorong upaya Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai  membangun penjenamaan  wilayah berbasis potensi dan sejarah. 

Kepala Kanwil Kemenkum Malut Budi Argap Situngkir  menyatakan Morotai memiliki potensi yang besar guna membangun daerah melalui pelindungan kekayaan intelektual (KI). 

Salah satunya membangun penjenamaan  daerah berbasis sejarah, mengingat Morotai merupakan wilayah strategis bagi Jepang dan Sekutu Amerika saat Perang Dunia II.

"City branding tersebut nantinya menjadi merek yang didaftarkan pada pangkalan data Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum," kata dia.

Kanwil Kemenkum Malut juga akan membantu Pemkab Morotai dalam pendampingan pendaftaran merek tersebut. Seperti halnya penjenamaan  Ternate Kota Rempah yang dibangun Pemkot Ternate. 

Budi  juga menerangkan ragam potensi Kekayaan Intelektual  komunal yang telah dimiliki Morotai, di antaranya  ekspresi budaya berupa tarian tokuwela, gala, dana-dana, tide-tide, pengetahuan tradisional berupa pembuatan besi putih, halua kacang, nasi jaha, kue waji.

Kemudian indikasi geografis kelapa bido, anggrek wayabula, kasbi moro juanga, kacang tanah putih pandanga, padi pulo daare dan ragam potensi KI personal lainnya. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Final Ideal Piala AFF, Vietnam Bersiap Ngluruk ke Thailand
    Preview komentar:
    skuad "gajah perang" sepertinya unggul, mrk diuntungkan sbg ...
  • Airlangga: Indonesia Prioritaskan Transformasi Industri Berbasis Tenaga Surya
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah menargetkan 100 GW tenaga surya ...
  • Badan Pangan Nasional Usul Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung Perkuat Peternak Mikro
    Preview komentar:
    Kebijakan strategis Bapanas mengusulkan tambahan 150 ribu ton ...

Harga bawang merah nasional turun

32 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Harga bawang merah nasional...
Ruben Onsu Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan & Penggelapan Investasi, Ini Kronologinya!

Ruben Onsu Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan & Penggelapan Investasi, Ini Kronologinya!

20 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.