Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Masyarakat Banyuasin Diminta Bersiaga, Gempa 4,3 Magnitudo

📅 Kamis, 29 Mei 2025, 12:22 WIB | Oleh:
Masyarakat Banyuasin Diminta Bersiaga, Gempa 4,3 Magnitudo Doc: ist
Ket. gempa

BANYUWANGI – Warga di Kabupaten Banyuasin diminta waspada setelah terjadi gempa 4,3 mgnitudo. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa bumi magnitudo (M) 4,3 yang mengguncang wilayah Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Ini merupakan gempa kerak dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif yang belum terpetakan.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono di Jakarta, Kamis, mengatakan gempa tersebut terjadi pukul 08:41 WIB dengan pusat gempa terletak di darat, sekitar 35 kilometer timur laut Banyuasin pada kedalaman lima kilometer.

“Gempa Banyuasin ini tidak lazim karena terjadi di wilayah yang sebelumnya tidak tercatat memiliki aktivitas gempa merusak. Namun, kejadian ini membuktikan bahwa di sana terdapat sesar aktif yang belum teridentifikasi,” kata Daryono.

Gempa yang terjadi tergolong jenis gempa kerak dangkal atau shallow crustal earthquake, dengan mekanisme pergerakan geser atau strike slip.

Guncangan dirasakan cukup kuat di Banyuasin dengan intensitas III–IV MMI dan dirasakan pula di Kota Palembang, serta Musi Banyuasin dengan intensitas III MMI.

BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Meskipun episentrum berada di sekitar pantai, magnitudo gempa tergolong kecil sehingga tidak menyebabkan deformasi dasar laut yang bisa memicu tsunami.

Hingga saat ini hasil pemantauan BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan.

Namun, Daryono mengungkapkan bahwa gempa ini menjadi pengingat bahwa wilayah Banyuasin memiliki potensi kegempaan yang belum sepenuhnya dipetakan dan dipahami.

Berdasarkan data seismisitas regional periode 2009–2024, wilayah Banyuasin memang belum menunjukkan riwayat gempa signifikan. Namun, secara teori, sesar aktif dapat muncul di manapun karena tekanan tektonik tidak hanya terjadi di batas lempeng, tetapi juga merembes ke dalam interior lempeng.

“Jika gempa sudah terjadi sekali, maka besar kemungkinan akan terjadi lagi di masa mendatang. Oleh karena itu, pembangunan bangunan tahan gempa di wilayah ini sangat penting untuk mengurangi risiko kerusakan dan korban jiwa,” ujar Daryono menegaskan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Megapolitan
Terdampak Kekeringan, Pemka...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.