Stairlift Borobudur Dibuka untuk Umum Selama Sepekan Usai Kunjungan Macron
📅 Rabu, 28 Mei 2025, 16:40 WIB | Oleh: Eko S
Doc: Antara Foto
MAGELANG — PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) memastikan fasilitas stairlift dan ramp di Candi Borobudur akan tetap terpasang dan dibuka untuk umum selama satu pekan setelah kunjungan kenegaraan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden RI Prabowo Subianto pada 29 Mei 2025. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen InJourney untuk menjadikan Borobudur sebagai destinasi inklusif dan berkelanjutan.
“Kami sebenarnya sangat berharap ini bisa berkelanjutan. Tapi kita harus melihat respons semua pihak. Kami sangat berhati-hati karena ini adalah bagian dari rencana jangka panjang Borobudur,” ujar Direktur Utama InJourney, Maya Watono, dalam jumpa pers di kompleks Candi Borobudur, Selasa (27/5).
Maya menegaskan bahwa pemasangan fasilitas tersebut bukan langkah insidental melainkan hasil dari perencanaan panjang. Kunjungan dua kepala negara hanya menjadi pemicu percepatan implementasi. Stairlift dan ramp dipasang untuk memperluas akses bagi pengunjung lansia dan penyandang disabilitas.
Pilar Inklusivitas dan Nilai Warisan Budaya
Fasilitas ini, menurut Maya, mencerminkan prinsip inklusivitas yang menjadi pilar utama InJourney Destination Management (IDM), anak usaha yang khusus mengelola kawasan Borobudur. “IDM tidak dibebani target profit, melainkan ditugaskan untuk mengelola destinasi secara inklusif, edukatif, dan menjunjung tinggi warisan budaya,” katanya.
“Spirit kami adalah menjadikan Borobudur milik semua orang, bukan hanya yang muda dan sehat. Kami ingin candi ini bisa dinikmati oleh semua kalangan, termasuk biku-biku senior dan umat yang telah lama tak mampu naik ke atas,” imbuh Maya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Evaluasi terhadap keberadaan fasilitas ini selama masa uji coba akan menjadi dasar pertimbangan apakah akan dilanjutkan dalam bentuk permanen.
Disambut Umat Buddha
Ketua DPD Walubi Jawa Tengah, Tanto S. Harsono, menyambut baik langkah ini. Ia menyatakan bahwa banyak umat dan biku senior yang telah lama mendambakan kembali beribadah di atas candi.
“Kalau sekarang ada akses, itu berarti membuka pintu untuk semua, tanpa mengorbankan nilai kesucian atau keaslian candi,” ujar Tanto. Ia juga menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif antara pengelola kawasan, arkeolog, dan komunitas warisan budaya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, kehadiran fasilitas aksesibilitas di situs spiritual seperti Borobudur merupakan cermin kemajuan dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian warisan dan pemenuhan hak akses spiritual masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!