Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dorong Swasembada Pangan Berkelanjutan, Bulog Gandeng Perguruan Tinggi

📅 Sabtu, 23 Mei 2026, 18:45 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Dorong Swasembada Pangan Berkelanjutan, Bulog Gandeng Perguruan Tinggi Doc: istimewa
Ket. Bulog menggelar Focus Group Discussion bersama perwakilan mahasiswa se-Bandung dengan tema “Peran Kampus dalam Mewujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan untuk Cadangan Pangan Pemerintah” di Kompleks Pergudangan Utama Bulog Kota Cimahi, Jawa Barat, Sabtu (23/5)

CIMAHI- Perum Bulog kembali mempertegas komitmennya dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan melalui dialog dan edukasi bersama kalangan mahasiswa. Dalam kesempatan ini, Bulog menggelar Focus Group Discussion bersama perwakilan mahasiswa se-Bandung dengan tema “Peran Kampus dalam Mewujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan untuk Cadangan Pangan Pemerintah” di Kompleks Pergudangan Utama Bulog Kota Cimahi, Jawa Barat, Sabtu (23/5).

Forum ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami peran pemerintah melalui BULOG dalam mengelola Cadangan Pangan Pemerintah sebagai bagian dari sistem ketahanan pangan nasional. Melalui kunjungan ke gudang, peserta diajak melihat proses pengelolaan stok, pengendalian mutu beras, serta fungsi infrastruktur pangan dalam menjaga ketersediaan pangan nasional.

Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa upaya mencapai swasembada pangan berkelanjutan memerlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk peran aktif kampus sebagai pusat ilmu pengetahuan, riset, inovasi, dan lahirnya ide-ide baru. Pencapaian swasembada yang terus diperkuat sejak 2024, berlanjut di 2025, dan diperkuat lagi pada 2026 mencerminkan keseriusan pemerintah membangun ketahanan pangan. Mahasiswa dan perguruan tinggi dinilai memiliki posisi strategis untuk memahami, mengawal, dan mendukung agenda nasional tersebut melalui kontribusi akademik dan kepedulian terhadap isu pangan.

“Swasembada pangan tidak hanya soal peningkatan produksi, tetapi juga menyangkut kemampuan negara menyerap hasil panen petani, menjaga cadangan, memperkuat infrastruktur pascapanen, serta memastikan pangan tersedia dan terjangkau. Pada titik inilah Bulog hadir sebagai instrumen negara untuk menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas pangan,” ungkap Ahmad Rizal.

Ia juga memaparkan sejumlah capaian penting di sektor pangan nasional. Berdasarkan data FAO, Indonesia menempati posisi kedua dunia dalam peningkatan produksi padi, berada di antara Brasil dan Myanmar. Hasil ini menunjukkan produksi pangan dalam negeri semakin kuat dan menjadi dasar penting untuk mempertahankan swasembada pangan.

“Hingga saat ini, stok beras yang dikelola Bulog mencapai 5,36 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah, dengan kapasitas simpan sekitar 6,2 juta ton. Kapasitas ini akan terus ditingkatkan sejalan dengan kenaikan produksi padi nasional agar Bulog dapat lebih optimal menjalankan tugas pemerintah, terutama dalam pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah dan stabilisasi harga,” jelas Dirut Bulog.

Dalam aspek pengadaan, Bulog telah menyerap sekitar 2,8 juta ton beras dari target 4 juta ton. Angka ini mencerminkan peran aktif Bulog dalam membantu petani sekaligus memperkuat cadangan pangan nasional. Dengan menyerap hasil panen dalam negeri, Bulog juga menjaga keseimbangan harga di tingkat petani dan konsumen.

Lebih lanjut, Dirut Bulog menyampaikan bahwa jaringan sarana dan prasarana Bulog tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari gudang, sistem logistik, hingga fasilitas pengolahan gabah dan beras. Infrastruktur ini menjadi penopang utama agar rantai pasok pangan nasional berjalan efisien dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.

Untuk memperkuat fungsi tersebut, Bulog akan membangun infrastruktur pascapanen di 100 titik pada tahun ini. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan produksi, menjaga mutu hasil panen, serta mempertahankan capaian swasembada pangan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan bersama mahasiswa ini, Bulog berharap perguruan tinggi dapat berperan lebih aktif dalam membangun literasi pangan nasional. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menerima informasi, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem perubahan yang melahirkan gagasan, riset, inovasi, dan komunikasi publik yang konstruktif bagi masa depan pangan Indonesia.

Kegiatan ini menegaskan bahwa swasembada pangan berkelanjutan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan gerakan bersama yang membutuhkan dukungan seluruh elemen bangsa. Dengan sinergi antara negara, Bulog, petani, akademisi, dan generasi muda, fondasi ketahanan pangan Indonesia diharapkan semakin kokoh dari hulu hingga hilir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
787 Rumah di Kabupaten Sigi...

Kerusakan Akibat Gempa Bumi di Palu

37 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kerusakan Akibat Gempa Bumi...
Nasional
BRIN Kembangkan Padi Biosal...
Ekonomi
Ketimpangan Lahan Bikin Des...
Daerah
Gempa Magnitudo 5,1 Kembali...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.