Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Laporan Solidaridad Dorong Kemitraan Adil dan Dukungan Konkret bagi Petani Kecil

📅 Rabu, 07 Mei 2025, 19:25 WIB | Oleh:
Laporan Solidaridad Dorong Kemitraan Adil dan Dukungan Konkret bagi Petani Kecil Doc: Istimewa
Ket. secara global. Laporan Palm Oil Barometer 2025: Procurement for Prosperity secara khusus menyoroti kondisi petani kecil atau petani sawit swadaya, termasuk jutaan petani di Indonesia yang berperan vital, tetapi menghadapi tantangan besar.

JAKARTA – Solidaridad meluncurkan laporan terbarunya, Palm Oil Barometer 2025: Procurement for Prosperity atau Pengadaan untuk Kesejahteraan. Laporan ini menyerukan perlunya pergeseran mendasar dalam cara perusahaan melakukan pengadaan minyak sawit secara global.

Laporan ini secara khusus menyoroti kondisi petani kecil atau petani sawit swadaya, termasuk jutaan petani di Indonesia yang berperan vital, tetapi menghadapi tantangan besar dalam mencapai keberlanjutan dan kesejahteraan.

Minyak kelapa sawit merupakan komoditas strategis yang memberikan kontribusi signifikan pada perekonomian nasional dan menjadi tumpuan hidup jutaan keluarga petani di berbagai wilayah Indonesia. Meskipun sawit berkelanjutan memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan, pendekatan pengadaan dan rantai pasok saat ini dinilai masih belum adil bagi petani sawit swadaya.

“Petani sawit swadaya memiliki peran sentral dalam industri kelapa sawit, namun sangat disayangkan baru sekitar 1 persen petani di Indonesia yang berhasil mendapatkan sertifikasi ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil),” kata Valentinus Narung, CEO CU Keling Kumang, Kalimantan Barat.

“Pemerintah dan pelaku industri hilir harus bersama-sama merancang dan menerapkan model pengadaan yang tidak hanya berfokus pada aspek legalitas dan lingkungan, tetapi juga mampu mendukung petani sawit swadaya agar bisa masuk dan mendapat manfaat dari rantai pasok sawit berkelanjutan,” tambahanya.

Laporan Palm Oil Barometer 2025 mengidentifikasi bahwa distribusi nilai di sepanjang rantai pasok sawit global masih timpang. Petani, yang merupakan produsen di hulu, hanya menerima porsi nilai tambah yang sangat kecil.

“Kondisi ini menyulitkan petani sawit swadaya untuk berinvestasi dalam praktik budidaya berkelanjutan, meningkatkan produktivitas, atau membangun ketahanan terhadap dampak perubahan iklim yang kian nyata,” ujar dia.

Risiko deforestasi, meskipun sering dikaitkan dengan perkebunan skala besar, juga memiliki korelasi dengan kondisi petani sawit swadaya yang rentan. Di Indonesia, di mana 2,6 juta petani terlibat dalam budidaya sawit, pemberdayaan dan inklusi mereka dalam praktik berkelanjutan menjadi kunci penting dalam upaya mitigasi risiko lingkungan.

“Ketidakpastian status lahan dan kurangnya akses terhadap pembiayaan dan pendampingan teknis seringkali mendorong petani pada pilihan jangka pendek yang berisiko merugikan lingkungan,” katanya.

Untuk mengatasi tantangan ini, laporan Palm Oil Barometer 2025 mengusung pendekatan Pengadaan untuk Kesejahteraan (Procurement for Prosperity). Pendekatan ini menyerukan agar perusahaan pembeli dan pelaku di hilir rantai pasok sawit untuk beralih dari sekadar memenuhi standar sertifikasi menuju kemitraan yang lebih adil dan memberikan dampak positif langsung bagi pemasok di hulu, terutama petani sawit swadaya.

Empat prinsip kunci dalam pengadaan untuk Kesejahteraan meliputi adalah sebagai berikut.

Pertama kebijakan. Perusahaan perlu secara strategis mengintegrasikan pengakuan dan dukungan terhadap petani sawit swadaya dalam kebijakan pengadaan dan proses pengambilan keputusan mereka.

Kedua harga dan pembayaran. Penetapan harga yang adil dan syarat pembayaran yang mendukung praktik berkelanjutan sangat krusial. Termasuk upaya untuk memahami dan menutup kesenjangan pendapatan yang layak bagi petani.

Ketiga kemitraan. Kolaborasi erat di seluruh rantai pasok harus melibatkan perspektif petani dan memberi mereka ruang dalam pengambilan keputusan, termasuk dalam penentuan mekanisme harga yang transparan dan adil.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Presiden Prabowo Tinjau Pelaksanaan Sekolah Rakyat di Bali

Presiden Prabowo Tinjau Pelaksanaan Sekolah Rakyat di Bali

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.