Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspada! Potensi Cuaca Ekstrem di Perairan Labuan Bajo

📅 Senin, 05 Mei 2025, 22:15 WIB | Oleh:
Waspada! Potensi Cuaca Ekstrem di Perairan Labuan Bajo Doc: Antara

Labuan Bajo - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo mengimbau operator kapal-kapal yang berlayar di kawasan Taman Nasional Komodo dan perairan Labuan Bajo meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem pada 6-9 Mei 2025.

Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto dihubungi di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Senin, mengatakan peringatan telah disampaikan melalui notice to mariners (NtM) atau pemberitahuan kepada nakhoda kapal pada hari ini.

"Kepada kapal-kapal yang berlayar di perairan Labuan Bajo dan perairan Taman Nasional Komodo memperhatikan prakiraan cuaca dan peringatan dini BMKG mulai tanggal 6-9 Mei 2025 agar menghindari perairan selatan Pulau Padar, Pulau Rinca, dan Pulau Komodo karena perkiraan gelombang tinggi dan angin kuat," katanya.

Ia mengimbau para awak kapal dan pelaku pariwisata selalu memperhatikan perkiraan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjaga kelaikan kapal beroperasi, memperhatikan kondisi di lapangan dan jangan memaksakan diri untuk berlayar jika cuaca buruk.

Awak kapal dan pelaku pariwisata diminta menghindar atau berlindung jika terjadi cuaca buruk.

"Diimbau juga agar berkoordinasi dengan Syahbandar dan Basarnas jika mengetahui cuaca semakin memburuk," ujarnya.

KSOP Labuan Bajo akan mengeluarkan pemberitahuan penundaan keberangkatan kapal atau surat persetujuan berlayar (SPB) jika kondisi cuaca dinilai semakin memburuk.

"Tetap waspada dan memperhatikan cuaca melalui https://peta-maritim.bmkg.go.id/ofs/," katanya.

Sebelumnya, Stasiun Meteorologi Komodo juga mengimbau para nelayan di Manggarai Barat meningkatkan kewaspadaan saat berlayar di perairan laut, karena kondisi tinggi gelombang dapat berubah dari yang sudah diprakirakan ketika akan ada awan Cumulonimbus atau awan petir.

"Adanya awan Cumulonimbus ini dapat memicu angin kencang durasi singkat dan juga meningkatkan tinggi gelombang," kata Kepala Stasiun Meteorologi Komodo Maria Seran.

Ia menambahkan kondisi gelombang perairan Selat Sape bagian utara diprakirakan dalam kondisi gelombang dalam kategori rendah berkisar 0,4-1 meter, namun untuk perairan bagian selatan kategori tinggi gelombang sedang dapat mencapai 1,5 meter.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.