Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sean 'Diddy' Combs Minta Sidang Mei Ditunda, Hakim Menolak

📅 Sabtu, 19 Apr 2025, 13:20 WIB | Oleh:
Sean 'Diddy' Combs Minta Sidang Mei Ditunda, Hakim Menolak Doc: AP
Ket. Gambar sketsa Sean "Diddy" Combs saat mengikuti sidang di New York pada 18 September 2024

NEW YORK - Sidang kasus perdagangan seks Sean “Diddy” Combs akan tetap berlangsung sesuai jadwal pada awal Mei mendatang, kata hakim pada Jumat (18/4).

Hakim Arun Subramanian mengatakan di sidang pengadilan federal Manhattan, persidangan Combs yang diperkirakan berlangsung selama 8-10 minggu, akan dimulai pada tanggal 5 Mei.

Pengacara Combs minta siding ditunda selama dua bulan, dengan alasan perlu lebih banyak waktu untuk mengumpulkan informasi tentang saksi persidangan dan untuk mengatasi penambahan pada dakwaan terhadap klien mereka.

Namun hakim mengatakan pengacara memiliki cukup waktu untuk siding bulan depan. Ia mengatakan tidak akan memberikan penundaan dan mengizinkan "ekspedisi pencarian" untuk mencari lebih banyak bukti.

Combs (55), yang telah ditahan tanpa jaminan sejak ditagkap pada bulan September, menoleh ke arah hadirin di ruang sidang setelah sidang sehingga ia dapat melihat ibunya. Ia mengacungkan jempol ke arah ibunya dan dua pendukung lainnya, termasuk seorang pria yang mengenakan kaus bertuliskan "Free Puff".

Selama persidangan hari Jumat, Hakim Subramanian membuat keputusan tentang bukti dan bagaimana persidangan akan dilanjutkan.

Di antara putusannya, Hakim mengatakan para penggugat yang dipanggil sebagai saksi oleh pemerintah dapat bersaksi menggunakan nama samaran untuk melindungi identitas mereka.

Ia juga menolak permintaan pengacara untuk membatalkan beberapa tuduhan dalam dakwaan yang diajukan terhadap Combs.

Jaksa mengatakan Combs memaksa dan melecehkan Wanita selama dua dekade, menggunakan :kekuasaan dan prestisenya” sebagai bintang musik untuk membungkam korban lewat pemerasan dan kekerasan, termasuk penculikan, pembakaran, dan pemukulan fisik.

Mereka mengatakan pendiri Bad Boy Records itu membujuk para korban wanita untuk menggunakan obat bius, melakukan pertunjukan seksual yang diproduksi secara rumit dengan pekerja seks pria dalam acara yang dijuluki "Freak Offs".

Pengacara pembela mengatakan pemerintah salah mengartikan hubungan Combs dengan mantan pacarnya untuk mengkriminalisasi perilaku seksual suka sama suka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Memperbaiki Udara Jakarta, ...
Megapolitan
Polisi Gagalkan Peredaran N...

Blok M Diharapkan Menjadi Kawasan Percontohan Udara Bersih

29 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Blok M Diharapkan Menjadi...

Jakarta Terus Berupaya Memperbaiki Udara

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Terus Berupaya Memp...
Megapolitan
Sumber Daya Hayati Berkelan...
Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

25 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 6
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
# 6
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.