Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

 2 Rumah Sakit Lapangan guna Menangani Korban Gempa NTT

📅 Rabu, 19 Agu 2026, 23:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
 2 Rumah Sakit Lapangan guna Menangani Korban Gempa NTT Doc: Antara
Ket. Petugas kesehatan memberikan perawatan kepada warga di posko pengungsian korban gempa bumi NTT di Lapangan Barangkolong, Reo, NTT, Senin (17/8/2026).

Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendirikan dua rumah sakit lapangan untuk menangani korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang hingga kini masih membutuhkan bantuan kesehatan.

"Kami laporkan ada dua rumah sakit lapangan yang kami kirimkan. Di Rumah Sakit Ruteng karena cukup parah dan hari ini telah melakukan operasi di tenda, termasuk juga di Rumah Sakit Aeramo Nagekeo, kita operasikan hari ini, sudah berjalan. Dua rumah sakit ini membantu puskesmas-puskesmas yang terdampak gempa," kata Ketua Satuan Tugas (Satgas) Bencana Kemenkes Sumarjaya dalam konferensi pers bersama BNPB yang diikuti secara daring di Jakarta, Rabu.

Kemenkes juga bekerja sama dengan Basarnas untuk mengidentifikasi puskesmas-puskesmas yang terdampak cukup parah dan sulit terjangkau, misalnya puskesmas di Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai, serta Puskesmas Dampek di Manggarai Timur.

"Daerah di kedua puskesmas ini sangat sulit. Oleh karena itu kami mengirimkan tenaga medis darurat atau Emergency Medical Team(EMT) untuk memberikan layanan di sana dan mengevakuasi masyarakat yang memang perlu dirujuk di rumah sakit," tuturnya.

Selain itu Kemenkes juga terus mengidentifikasi puskesmas-puskesmas yang terdampak dan terus melakukan pelayanan dengan mobilisasi tenaga melalui EMT sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Kemudian, mengaktifkan Health Emergency Operation Center (HEOC) untuk siap siaga melalui telepon jika ada relawan atau bantuan yang diberikan, yang dikepalai oleh kepala Dinas Kesehatan di delapan kabupaten/kota dan satu Dinas Kesehatan provinsi," ucap Sumarjaya.

Kemenkes juga memastikan obat-obatan bagi warga terdampak gempa di NTT masih cukup untuk lima hari ke depan dan sewaktu-waktu dapat dikirimkan dari pemerintah pusat ketika dibutuhkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...

Kkorban Gempa NTT Bertambah Jadi 71 Orang

48 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Kkorban Gempa NTT Bertambah...

Mahasiswa di Malang Tewas Ditusuk Teman Asrama, Pelaku Ditangkap

48 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Mahasiswa di Malang Tewas D...
Daerah
Memperkuat Upaya Mitigasi P...
Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

19 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.