Sejak Kapan DPR Mendengarkan Suara Rakyat
📅 Kamis, 20 Mar 2025, 13:23 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA – Masih ingat kasus UU Cipta Kerja, sebelum disahkan juga didemo massa di mana-mana, tapi DPR tetap mengesahkannya. Saat ini keberatan di mana-mana atas Revisi UU TNI, ya tetap disahkan oleh DPR.
Sejak kapan DPR mendengarkan suara rakyat? Makanya, kalau sudah maunya DPR ya tidak usah capai-capai unjuk rasa karena tidak akan didengarkan.
Termasuk unjuk rasa hari ini di depan gedung DPR yang dijaga 5.000 personel gabungan. Mereka mengamankan aksi penyampaian pendapat atau demonstrasi dari elemen mahasiswa dan beberapa aliansi terkait Revisi UU TNI di depan Gedung DPR Jakarta Pusat.
"Lakukan unjuk rasa dengan damai, tidak memaksakan kehendak, tidak anarkis dan tidak merusak fasilitas umum," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro di Jakarta, Kamis.
Dalam rangka pengamanan aksi penyampaian pendapat dari mahasiswa dan beberapa aliansi terkait RUU TNI, pihaknya melibatkan 5.000 personel gabungan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Personel gabungan tersebut terdiri dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, TNI, Pemda dan instansi terkait. Mereka ditempatkan di sejumlah titik sekitar Gedung DPR.
"Selain itu, pengamanan juga dilakukan untuk mencegah massa aksi masuk ke dalam Gedung DPR," ujarnya.
Pengalihan arus lalu lintas di depan Gedung DPRRI bersifat situasional. Susatyo menyebyut, rekayasa arus lalu lintas akan diberlakukan melihat perkembangan dinamika situasi di lapangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, Susatyo mengingatkan kepada seluruh personel yang terlibat pengamanan selalu bertindak persuasif, tidak memprovokasi dan terprovokasi, mengedepankan negosiasi, pelayanan yang humanis serta menjaga keamanan dan keselamatan.
Susatyo juga mengimbau kepada para koordinator lapangan (korlap) dan orator untuk melakukan orasi dengan santun dan tidak memprovokasi massa.
"Hormati dan hargai pengguna jalan yang lain yang akan melintas di sekitaran Gedung DPR," kata dia.
Susatyo menyebutkan personel yang terlibat pengamanan tidak ada yang membawa senjata dan tetap menghargai massa aksi yang akan menyampaikan pendapatnya.
Sekeras apa pun keberatan rakyat terhadap masuknya TNI ke dalam berbagai institusi kini resmi karena sudah ada UU-nya. Ya, begitulah DPR setelah terpilih, mengabaikan suara rakyat. Dari waktu ke waktu selalu begitu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!