Komandan Sayap Militer Hamas Tewas dalam Serangan Udara Israel di Gaza
📅 Minggu, 17 Mei 2026, 05:52 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
TEL AVIV - Militer Israel mengatakan pada hari Sabtu (16/5) bahwa mereka telah menewaskan kepala sayap militer Hamas, Ezzedine Al-Haddad, selama serangan udara yang dilakukan sehari sebelumnya di Gaza. Istri dan putri Haddad juga tewas dalam serangan itu, menurut sumber Hamas.
Dari France 24, Israel mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka telah membunuh kepala sayap bersenjata Hamas , Ezzedine Al-Haddad, dalam serangan udara di Gaza sehari sebelumnya, dan menggambarkannya sebagai arsitek utama serangan 7 Oktober .
Sejak serangan lintas batas Hamas pada 7 Oktober 2023, militer dan dinas intelijen Israel telah melancarkan kampanye yang menargetkan para pemimpin politik senior dan komandan militan kelompok tersebut di Gaza dan di seluruh wilayah.
Militer mengatakan pada hari Jumat bahwa mereka telah melakukan serangan udara di Gaza yang menargetkan Haddad, sebelum mengkonfirmasi kematiannya pada hari Sabtu.
"IDF dan ISA mengumumkan bahwa kemarin, dalam serangan tepat sasaran di wilayah Kota Gaza, teroris Ezzedine Al-Haddad telah dilenyapkan," kata militer, merujuk pada diri mereka sendiri dan badan keamanan dalam negeri Shin Bet.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dua pejabat Hamas juga mengatakan kepada AFP bahwa Haddad telah tewas dalam serangan Israel .
"Komandan senior ... Ezzedine Al-Haddad dibunuh dalam serangan Israel yang menargetkan sebuah apartemen dan kendaraan sipil di Kota Gaza kemarin," kata seorang pejabat senior Hamas.
Seorang anggota sayap bersenjata Hamas secara terpisah mengkonfirmasi kematiannya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut sumber Hamas lainnya, Haddad tewas bersama istri dan seorang putrinya.
Foto-foto AFP menunjukkan para pelayat membawa jenazah Haddad, yang dibungkus bendera Hamas, di atas tandu dari reruntuhan sebuah bangunan.
Jenazah tersebut kemudian dibawa ke sebuah masjid tempat kerabat dan pelayat melaksanakan salat sebelum diarak melalui jalan-jalan untuk dimakamkan.
Pihak militer mengatakan bahwa Haddad adalah "salah satu komandan senior terakhir di sayap militer Hamas yang mengarahkan perencanaan dan pelaksanaan pembantaian 7 Oktober".
Haddad juga terlibat dalam penyanderaan warga Israel selama perang, tambah laporan itu.
"Haddad mengelola sistem penyanderaan Hamas dan mengelilingi dirinya dengan sandera dalam upaya untuk mencegah eliminasinya," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!