Jerman Pertimbangkan Terlibat di Selat Hormuz Usai Konflik Timur Tengah
📅 Jumat, 20 Mar 2026, 06:00 WIB | Oleh: Tim PenulisMoskow - Jerman kemungkinan akan bergabung dalam upaya mengamankan jalur pelayaran di kawasan Teluk Persia setelah konflik berakhir, kata Menteri Dalam Negeri Alexander Dobrindt, Kamis (19/3).
“Kami juga mungkin terlibat dalam operasi di Selat Hormuz. Misalnya, jika menyangkut pembersihan ranjau atau misi serupa,” ujar Dobrindt kepada penyiar ARD.
Menteri tersebut menggemakan pernyataan Kanselir Friedrich Merz yang menyebut konflik di Timur Tengah “bukan perang Jerman.”
“Kami bukan bagian dari itu. Kami tidak dikonsultasikan sebelumnya. Kami tidak terlibat... Jerman dapat tetap berada di luar situasi ini,” tambahnya.
Terkait prospek migrasi, Dobrindt mengatakan situasi ke depan masih belum pasti, namun mencatat bahwa tidak terjadi lonjakan migrasi dari Iran.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada 14 Maret, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerukan kepada China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan negara lain untuk mengirim kapal perang ke Selat Hormuz guna menjaga keamanan navigasi.
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Kaja Kallas menyatakan bahwa negara-negara Uni Eropa belum siap mengirim armada ke kawasan tersebut.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Sebaiknya Anda baca juga:
Iran merespons dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!