Kemkomdigi Cetak Talenta Digital SMK, Peluang Kerja Daerah Dibuka Lebar
📅 Minggu, 14 Jun 2026, 19:05 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Talenta digital lokal menjadi aset strategis dalam mendorong transformasi ekonomi dan meningkatkan daya saing Indonesia di era digital.
Ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan di bidang teknologi, data, kecerdasan buatan, dan pengembangan perangkat lunak sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan industri digital yang terus berkembang.
Penguatan talenta digital tidak hanya membantu mengurangi ketergantungan pada tenaga ahli dari luar negeri, tetapi juga membuka peluang terciptanya inovasi yang relevan dengan kebutuhan pasar domestik.
Oleh karena itu, investasi pada pendidikan, pelatihan, dan pengembangan keterampilan digital menjadi langkah penting untuk memastikan Indonesia mampu memanfaatkan peluang ekonomi digital sekaligus menghadapi persaingan global yang semakin ketat.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyiapkan siswa SMK sebagai talenta digital lokal yang mampu membangun, merawat, dan memperbaiki jaringan telekomunikasi di wilayahnya masing-masing.
Sebaiknya Anda baca juga:
Upaya tersebut salah satunya dilakukan dengan menggelar pelatihan jaringan fiber optik bagi siswa SMK di Medan. Pelatihan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas akses internet sekaligus membuka peluang kerja baru bagi generasi muda di daerah.
“Ke depan kita punya konsep bahwa jaringan-jaringan fiber optik di berbagai daerah tidak perlu lagi dikirim tenaga kerjanya dari Jawa atau dari daerah lain,” kata Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dalam acara Pelatihan Jaringan Fiber Optik bagi siswa di SMK Multi Karya, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (.
Meutya menambahkan, ketersediaan talenta digital lokal berpotensi menciptakan peluang kerja baru di daerah. Menurutnya, kebutuhan tenaga terampil di sektor infrastruktur digital akan terus meningkat seiring tingginya ketergantungan masyarakat terhadap internet.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia memaparkan data yang mencatat rata-rata masyarakat Indonesia menggunakan internet selama delapan jam per hari. Dari sekitar 230 juta pengguna internet di Indonesia, sekitar 60 hingga 70 persen merupakan kelompok usia muda.
"Anak-anak mudalah yang paling banyak memanfaatkan teknologi ini. Karena itu, kita berharap mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pihak yang merawat infrastruktur yang mendukung konektivitas tersebut," tegasnya.
Menurut Meutya, pemerintah berkomitmen memperluas konektivitas hingga menjangkau wilayah-wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses internet.
Karena itu, semakin luas jaringan yang dibangun, kebutuhan tenaga kerja terampil yang mampu melakukan instalasi, perbaikan, dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi juga semakin besar.
"Jaringan-jaringan itu selalu memerlukan perhatian. Kalau sudah cukup lama digunakan, pasti memerlukan sentuhan tangan manusia, perbaikan, dan perawatan secara berkala," tuturnya.
Program pelatihan jaringan fiber optik bagi siswa SMK menjadi bagian dari strategi Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital (DJID) Kemkomdigi dalam mendukung target pembangunan infrastruktur fixed broadband nasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!