Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Program MBG Harus Beri Manfaat Pada Peningkatan Ekonomi Desa

📅 Senin, 03 Feb 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Program MBG Harus Beri Manfaat Pada Peningkatan Ekonomi Desa Doc: antara
Ket. Bhima Yudhistira Direktur Eksekutif Celios - MBG Jangan sampai menjadi celah masuknya berbagai pangan impor termasuk impor susu yang merugikan peternak lokal.

JAKARTA- Kebijakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memprioritaskan komoditas pangan lokal sebagai bahan baku utama dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat dukungan yang luas karena akan memperkuat perekonomian masyarakat.

Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Dwijono Hadi Darwanto yang diminta pendapatnya, Minggu (2/2) mengatakan langkah itu tidak hanya berkontribusi pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi strategi efektif dalam memperkuat perekonomian desa dan mengurangi kebergantungan pada komoditas impor.

“Dengan menyerap komoditas pangan lokal, SPPG dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian desa. Hal ini akan menggerakkan sektor pertanian dan UMKM lokal, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat daya saing produk dalam negeri,” kata Dwijono.

Dengan meningkatnya permintaan terhadap komoditas lokal, petani dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor pangan akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Hal itu jelasnya akan berimplikasi langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Kalau mengutamakan bahan pangan lokal, maka kita tidak hanya membantu petani dan UMKM bertahan, tetapi juga mengurangi kebergantungan pada produk impor yang sering kali membebani devisa negara. Ini juga sejalan dengan upaya mewujudkan ekonomi yang lebih berkelanjutan,” tambahnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi IV DPR RI, Rina Sa'adah mengatakan pembuatan dapur dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) perlu menggandeng UMKM pangan setempat yang bisa dijadikan sebagai pemasok bahan pokok.

“Dengan menggandeng UMKM pangan setempat, maka SPPG bisa beroperasi efisien dan mendapatkan pasokan bahan pokok yang masih segar untuk diolah,” kata Rina dalam keterangannya di Jakarta, pekan lalu.

Adapun pemerintah melalui Badan Gizi Nasional menargetkan pada tahun 2025 ini ada 5.000 dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi yang dibangun di setiap daerah.

UMKM pangan yang memproduksi dan menghasilkan beras, ayam, telur, aneka sayuran, ikan serta bahan kebutuhan pokok lainnya jumlahnya mencapai ribuan dan telah menjalankan usaha di berbagai daerah. Baik berupa usaha perorangan, kelompok masyarakat maupun usaha kecil yang berbadan hukum serta koperasi dan BUMDes.

“Beroperasinya dapur MBG atau SPPG menumbuhkan permintaan (demand) akan beras, daging ayam, telur, ikan serta aneka sayuran di berbagai daerah. Bagian pembelian SPPG bisa menjalin kerja sama dengan UMKM pangan setempat untuk memasok bahan pokok tersebut sesuai standar yang diinginkan,” kata Rina.

Kerja sama seperti itu, papar Rina, akan menjadi wujud nyata multiplier effect program MBG. Terutama bagi pelaku ekonomi atau UMKM bidang pangan di berbagai daerah. Transaksi antara SPPG atau dapur MBG dengan UMKM pangan setempat akan mendorong perputaran roda perekonomian daerah bergerak lebih baik.

Kolaborasi SPPG dengan UMKM juga akan mengatasi persoalan mahalnya biaya transportasi angkutan ke pasar induk yang selama ini dikeluhkan petani sayuran. Hal serupa juga untuk produsen ayam daging maupun telur serta produsen beras. SPPG pun bisa mendapatkan jaminan dan kontinuitas pasokan bahan baku segar dan berkualitas.

Dengan total anggaran yang telah dialokasikan sebesar 71 triliun rupiah, dia optimistis program MBG bisa menjadi momentum UMKM di daerah untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.

Ekonomi Daerah

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Hasil Penataan Jalan Rasuna Said Segera Diresmikan

25 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Hasil Penataan Jalan Rasuna...
Nasional
KPK Dalami Pembelian ATG pa...
Olahraga
Persita Cuci Gudang, Robohk...
Olahraga
Piala Dunia, Laga Meksiko V...
Megapolitan
Dinas PPKUKM DKI Optimalkan...

Aset Negara Harus Diselamatkan, Hotel Sultan Dieksekusi

53 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Aset Negara Harus Diselamat...

Iran Akan dibombardir Selama Dua Tahun Penuh

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
Iran Akan dibombardir Selam...

Piala Dunia, Swiss Yakin Akan Gulung Bosnia  

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Swiss Yakin Ak...
Daerah
Ekspor Kakao Tetap Berjalan...
  • Pemkot Bandung Bongkar 174 Bangunan Liar di Jalan Terusan Pasirkoja
    Preview komentar:
    Untuk membuka blokir QLola IB Token, Anda dapat ...
    Untuk membuka blokir QLola IB Token, Anda dapat ...
  • PWNU Jateng dan DIY Dukung Muktamar Ke-35 NU Digelar di Pesantren Lirboyo
    Preview komentar:
    Untuk membuka blokir QLola IB Token, Anda dapat ...
  • Jakarta Siapkan Diri Menuju Kota Berbasis AI
    Preview komentar:
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
KPK akan Periksa Lagi Ahmad Dedi, Pejabat Bea Cukai yang Viral karena Lari dari Wartawan

KPK akan Periksa Lagi Ahmad Dedi, Pejabat Bea Cukai yang Viral karena Lari dari Wartawan

18 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.