Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengubah Sampah Jadi Berkah di Pulau Barrang Lompo

📅 Jumat, 24 Jan 2025, 16:50 WIB | Oleh:
Mengubah Sampah Jadi Berkah di Pulau Barrang Lompo Doc: ANTARA/HO/Lurah Barrang Lompo
Ket. Arsip foto. Petugas TPS3R Pulau Barrang Lompo, Kecamatan Sangkarrang, Kota Makassar saat mengepak berbagai macam limbah anorganik yang telah dipilah dan siap dikirim ke DLH Kota Makassar.

MAKASSAR - Di tengah birunya laut yang mengelilingi Pulau Barrang Lompo, Kecamatan Sangkarrang, ada cerita inspiratif tentang bagaimana sebuah komunitas kecil di pulau ini berhasil mengubah masalah sampah menjadi berkah.

Pulau yang bisa didatangi dengan menggunakan kapal motor dengan lama perjalanan sekitar 30 menit dari Makassar itu pernah terkenal dengan gundukan sampahnya, bahkan sampai ke dasar lautnya.

Tapi, ketika dikunjungi pada pertengahan Januari 2025, bekas-bekas cerita itu tak terlihat.

Menurut Kurniati, Lurah Barrang Lompo, desanya bersih berkat kerja keras semua elemen masyarakat yang bahu-membahu menyukseskan program TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) yang dimulai pada 2020.

Memang tidak seketika ada perubahan ketika program itu dijalankan. Perlahan dan pasti, pulau berpenduduk lebih dari 5.000 jiwa ini mulai menunjukkan perubahan besar dalam pengelolaan sampah dan kesadaran lingkungan warganya.

Kurniati menceritakan bahwa sebelum TPS3R hadir, pengelolaan sampah di pulau ini sangat memprihatinkan. Sampah seringkali dibuang sembarangan, bahkan ke laut, mencemari keindahan alam yang menjadi salah satu daya tarik kawasan ini.

Namun, sejak hadirnya program bank sampah hampir satu dekade lalu, sedikit demi sedikit pola pikir masyarakat mulai berubah.

“Awalnya memang sulit, masih banyak warga yang abai dengan kebersihan lingkungan. Tapi sekarang, setelah melihat manfaat ekonomis dari pengelolaan limbah, mereka mulai berpartisipasi,” ujar Kurniati.

Tokoh warga setempat, H Manda, mengakui perubahan pola pikir warga pulau itu tentang pengelolaan sampah. Dari ketidakpedulian menjadi ketekunan memilah sampah organik dan anorganik.

Kepedulian warga itu juga berkat penyadaran berbagai pihak yang menyentuh hati warga. Serta kesiapan pihak kelurahan yang menyiapkan tempat sampah di beberapa titik dan dengan jelas ada pemisahan antara yang organik dan nonorganik.

Tim satgas kebersihan yang bekerja di bawah kelurahan secara rutin mengumpulkan sampah, memilah ulang dengan teliti.

Sampah organik diolah menjadi pupuk, yang nonorganik di bawa ke TPS3R. 

Di balik keberhasilan program ini, ada tim kecil berisi 17 petugas kebersihan yang tak kenal lelah bekerja setiap hari.

Sepuluh orang bertugas menyapu jalan dan membersihkan lingkungan, sementara lima unit kendaraan Fukuda digunakan untuk mengangkut sampah dari rumah-rumah warga. Dua petugas tambahan mengelola sampah secara swakelola.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.