Telkom dan EDB Singapura Perkuat Kerja Sama Infrastruktur Digital Rendah Karbon
📅 Senin, 13 Jul 2026, 17:05 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama Economic Development Board (EDB) Singapura resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Strategic Cooperation on Digital Infrastructure sebagai bagian dari rangkaian kerja sama yang diumumkan dalam agenda Leaders' Retreat Indonesia–Singapura. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Telkom Dian Siswarini bersama Managing Director Singapore Economic Development Board Jermaine Loy di Jakarta, Senin (6/7/2026).
Kerja sama tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi business-to-business (B2B) yang ditampilkan dalam pertemuan bilateral tingkat pemimpin Indonesia dan Singapura. MoU ini sekaligus mencerminkan komitmen kedua negara dalam memperkuat kemitraan strategis guna mendorong pertumbuhan ekonomi digital regional yang berkelanjutan.
Melalui kesepakatan tersebut, TelkomGroup dan EDB akan menjajaki pengembangan infrastruktur digital rendah karbon yang memanfaatkan pasokan listrik rendah karbon lintas negara. Langkah itu diharapkan mampu mendukung pengembangan ekosistem teknologi regional sekaligus mempercepat transisi energi di kawasan Asia Tenggara.
Kerja sama ini juga mendukung implementasi berbagai inisiatif strategis Indonesia dan Singapura di bidang ekonomi digital, pembangunan infrastruktur berkelanjutan, serta penguatan transisi energi yang menjadi prioritas bersama kedua negara. Kolaborasi tersebut diharapkan membuka peluang investasi baru sekaligus meningkatkan daya saing kawasan dalam industri digital global.
Managing Director Danantara Investment Management, Stefanus Ade Hadiwidjaja, menilai kolaborasi tersebut mampu menghadirkan nilai ekonomi sekaligus nilai pembangunan. Menurutnya, integrasi antara infrastruktur digital, energi hijau, dan kerja sama regional akan menghasilkan proyek yang lebih kompetitif serta berkelanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Danantara melihat inisiatif ini sebagai langkah strategis yang mampu menghasilkan nilai ekonomi sekaligus nilai pembangunan. Ketika infrastruktur digital, energi hijau, dan kerja sama regional dikembangkan secara terintegrasi, maka proyek yang dihasilkan menjadi lebih kompetitif, berkelanjutan, dan menarik bagi penciptaan nilai jangka panjang," ujar Stefanus.
Sementara itu, Managing Director Business 2 Danantara Asset Management, Setyanto Hantoro, mengatakan pengembangan kerja sama tersebut menjadi bukti bahwa aset dan kapabilitas nasional yang dimiliki badan usaha milik negara (BUMN) dapat diorkestrasi menjadi platform bisnis berdaya saing global. Menurutnya, kolaborasi itu tidak hanya menghadirkan infrastruktur baru, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menegaskan kolaborasi dengan EDB merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai infrastruktur digital regional. Ia menilai masa depan ekonomi digital membutuhkan sinergi lintas negara yang mampu mengintegrasikan konektivitas, infrastruktur digital, dan energi bersih secara berkelanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kolaborasi ini merupakan langkah strategis Telkom untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai infrastruktur digital regional. Kami meyakini bahwa masa depan ekonomi digital membutuhkan kolaborasi lintas negara yang mampu mengintegrasikan konektivitas, infrastruktur digital, dan energi bersih secara berkelanjutan," kata Dian.
Menurut Dian, melalui kemitraan tersebut Telkom siap menghadirkan infrastruktur digital berkelas dunia yang mampu memberikan nilai tambah bagi Indonesia dan Singapura. Selain itu, kerja sama tersebut juga diharapkan mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi digital kawasan secara berkelanjutan.
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, menambahkan kolaborasi tersebut merupakan implementasi arah strategis Telkom dalam membangun ekosistem digital yang semakin terintegrasi di tingkat regional. Ia menilai terciptanya koridor digital Indonesia–Singapura memerlukan penyelarasan berbagai kepentingan strategis, mulai dari infrastruktur digital, energi hijau, hingga kolaborasi antar pemangku kepentingan.
"Kami menyadari bahwa terciptanya koridor digital Indonesia–Singapura memerlukan penyelarasan berbagai kepentingan strategis, baik dari sisi infrastruktur digital, energi hijau, maupun kerja sama antar pemangku kepentingan. Oleh karena itu, inisiatif seperti ini tidak lahir dari sebuah momentum, melainkan melalui perencanaan strategis yang telah dibangun secara bertahap," ujar Seno.
Ke depan, Telkom menegaskan akan terus memperluas kolaborasi strategis bersama pemerintah, mitra global, dan pelaku industri untuk mempercepat pembangunan ekosistem digital yang semakin terintegrasi, berkelanjutan, dan berdaya saing global. Inisiatif tersebut diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan strategis Indonesia–Singapura sekaligus membuka peluang investasi baru bagi pengembangan ekonomi digital regional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!