Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengubah Sampah Jadi Berkah di Pulau Barrang Lompo

📅 Jumat, 24 Jan 2025, 16:50 WIB | Oleh:

Dalam sehari, sekitar satu ton sampah dikumpulkan dari seluruh penjuru pulau. Dari jumlah tersebut, limbah plastik seperti botol mineral, gelas plastik, dan kardus menjadi primadona daur ulang.

Hasilnya cukup menggembirakan. Dalam satu kali pengiriman limbah ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH), mereka mampu mengolah 400 kilogram plastik, 150 kilogram kaleng, 1.200 kilogram kardus, dan 100 kilogram kertas berbagai jenis.

“Hasil penjualan limbah daur ulang bisa mencapai tiga juta rupiah setiap kali pengiriman. Uang ini kemudian kami bagikan kepada seluruh petugas TPS3R sebagai tambahan penghasilan,” jelas Kurnia.

Para petugas yang juga merupakan tenaga kontrak kecamatan ini mendapatkan penghasilan tetap sekitar Rp2,5 juta per bulan.

Hasil nyata

Pengiriman limbah ke DLH dilakukan sebanyak 152 kali dalam setahun dengan biaya pengiriman Rp500 ribu sekali jalan.

Petugas kebersihan di TPS3R pun merasa lebih bersemangat, apalagi setelah pihak Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar mau menanggung biaya pengiriman limbah tersebut.

Hasil dari pengiriman limbah yang bernilai ekonomi itu pun bisa dirasakan langsung manfaatnya karena sekali mengirim limbah, pihaknya bisa meraup uang hingga Rp3 juta lebih yang selanjutnya akan dibagikan secara merata kepada para petugas.

"Anak-anak di TPS3R jadi semakin semangat karena kalau sekali pengiriman itu bisa bernilai ekonomi hingga Rp3 juta. Mereka sangat senang karena uang itu bisa dipakai beli beras," katanya.

Dulu, kesadaran warga untuk mengelola sampah masih minim. Kebiasaan membuang sampah sembarangan, bahkan ke laut dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal, menjadi pemandangan yang sering terjadi. Namun, keadaan ini perlahan berubah.

Pulau Barrang Lompo, sebuah permata kecil di perairan Sulawesi Selatan, yang berjarak sekitar 11 kilometer dari daratan Kota Makassar pernah menjadi saksi bisu bagaimana lautnya yang biru berubah menjadi kuburan sampah.

Kesadaran warga dalam mengelola limbah dahulu masih minim. Bahkan, sebuah aksi penyelaman massal pernah mengungkap realitas mengejutkan: satu ton sampah diangkat dari dasar laut pulau ini.

Namun, kisah Barrang Lompo kini menjadi cerita perubahan dan harapan. Melalui program underwater clean up dan edukasi tentang plastik mikro, pemerintah bersama komunitas setempat bertekad mengubah pola pikir masyarakat yang dulu kerap menjadikan laut sebagai tempat pembuangan sampah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jepang akan Menaikan Biaya Visa Lima Kali Lipat Mulai 1 Juli

41 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.