Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gak Mau Kalah dari Mal! Pemkot Surabaya Sulap 16 Pasar Tradisional Ini Jadi Super Modern

📅 Selasa, 14 Jul 2026, 02:55 WIB | Oleh:
Gak Mau Kalah dari Mal! Pemkot Surabaya Sulap 16 Pasar Tradisional Ini Jadi Super Modern Doc: ANTARA/HO - Pemkot Surabaya
Ket. Arsip-Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (dua kanan) saat meninjau salah satu pasar tradisional di kota setempat.

SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya melakukan modernisasi terhadap 16 pasar tradisional di wilayahnya guna meningkatkan kenyamanan sekaligus mendongkrak daya saing pasar rakyat terhadap pusat perbelanjaan modern, Senin (13/7).

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya Iman Krestian di Surabaya, Senin, menjelaskan belasan pasar yang dilakukan revitalisasi adalah adalah Pasar Tembok Dukuh, Pasar Kembang, Pasar Simogunung, Pasar Wonokromo, Pasar Karah, Pasar Kedungsari, Pasar Genteng, Pasar Babaan Baru, Pasar Kapasan, Pasar Pucang Anom, Pasar Pecindilan, Pasar Dukuh Kupang, Pasar Gresik PPI, Pasar Gubeng Masjid, Pasar Pakis, Pasar Krembangan.

Iman menyampaikan, anggaran yang dibutuhkan untuk merevitalisasi 16 pasar tersebut mencapai sekitar Rp20 miliar untuk peningkatan infrastruktur, perbaikan fasilitas, penataan kawasan, serta pembangunan sarana pendukung yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasar.

“Beberapa pasar telah memasuki tahapan penyelesaian dan finishing, seperti Pasar Tembok Dukuh, Pasar Kembang, Pasar Simogunung, dan Pasar Babaan Baru. Sebagian lainnya masih berada pada tahap pekerjaan struktur, utilitas, saluran, maupun proses pengadaan atau tender, sehingga seluruh pekerjaan berjalan bertahap sesuai jadwal pelaksanaan masing-masing,” kata Iman.

Iman menerangkan, revitalisasi pasar-pasar tersebut bukan hanya untuk meningkatkan daya saing pasar tradisional dan menjadikannya lebih nyaman. Akan tetapi, juga untuk menambah kapasitas stan atau lapak di beberapa pasar, diantaranya seperti Pasar Tembok Dukuh dan Pasar Simogunung.

Namun, lanjut Iman, secara keseluruhan tujuan revitalisasi pasar tersebut untuk meningkatkan kualitas bangunan, sanitasi, drainase, dan utilitas pasar, agar lebih bersih, aman, dan nyaman. Dalam revitalisasi tersebut, Pemkot juga melakukan penambahan fasilitas pendukung lainnya agar pasar lebih higienis, seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL), grease trap (alat penyaring), sentra pemotongan unggas, hingga fasilitas pelayanan pasar lainnya.

“Selain itu juga untuk menata zonasi pedagang dan mengurangi adanya pasar tumpah, agar aktivitas perdagangan lebih tertib dan tidak mengganggu lalu lintas. Di samping itu, juga untuk memenuhi standar pasar rakyat yang lebih modern sehingga mampu meningkatkan daya saing pasar tradisional sekaligus memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun masyarakat," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Pemberdayaan Petani Padi Me...
Nasional
MPLS Harus Bebas Praktik Pe...
Luar Negeri
Asean Harapkan Kemajuan dal...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.