Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengubah Sampah Jadi Berkah di Pulau Barrang Lompo

📅 Jumat, 24 Jan 2025, 16:50 WIB | Oleh:

Di bawah birunya langit Sulawesi Selatan, sebuah aksi heroik terjadi di kedalaman laut sekitar Pulau Barrang Lompo.

Sebanyak 50 penyelam yang tergabung dalam kegiatan underwater clean-up bahu-membahu membersihkan dasar laut dari tumpukan sampah yang terbawa arus. Dalam satu hari, tak kurang dari satu ton sampah diangkat ke permukaan.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulawesi Selatan dan komunitas penyelam di Makassar.

Kepala DKP Sulsel Muh Ilyas mengatakan kegiatan pembersihan di bawah laut bukanlah hal baru. Sejak 2018, pihaknya secara rutin menggelar aksi pembersihan bawah laut.

Tujuannya bukan sekadar membersihkan lautan, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem laut.

"Pulau Barrang Lompo adalah sumber penghidupan bagi masyarakat setempat. Banyak dari mereka menggantungkan hidup dari laut, baik sebagai nelayan maupun pengumpul hasil laut lainnya. Kelestarian laut ini sangat penting untuk masa depan mereka," ujar Ilyas.

Menyelamatkan laut dari plastik mikro

Salah satu fokus utama dalam kegiatan ini adalah bahaya sampah plastik mikro atau micro debris, partikel kecil berukuran 0,33 hingga 5 milimeter.

Sampah ini sering kali terabaikan karena ukurannya yang sangat kecil, namun dampaknya begitu besar.

Plastik mikro dengan mudah masuk ke dalam tubuh ikan, kura-kura, dan biota laut lainnya, yang pada akhirnya juga dapat masuk ke rantai makanan manusia. Sosialisasi kepada masyarakat setempat juga dilakukan untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya plastik mikro.

"Kesadaran masyarakat adalah kunci utama. Kita tidak bisa terus-terusan membersihkan jika masyarakat tidak peduli. Edukasi menjadi bagian penting dari aksi ini," kata Ilyas.

Para penyelam yang terlibat tak hanya membawa keahlian mereka, tetapi juga semangat besar untuk menjaga kelestarian laut. Penyelaman dilakukan di sekitar terumbu karang yang menjadi habitat berbagai jenis ikan. Banyak di antara mereka menemukan sampah plastik, jaring bekas, hingga benda-benda asing lain yang tak seharusnya berada di laut.

"Rasanya campur aduk saat menemukan plastik atau sampah lain yang tersangkut di karang. Di satu sisi sedih melihat kondisi ini, tapi di sisi lain ada kepuasan bisa membersihkannya," ujar salah satu penyelam Zainal Abidin. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.