Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Asean Harapkan Kemajuan dalam Rencana Perdamaian

📅 Selasa, 14 Jul 2026, 02:30 WIB | Oleh:
Asean Harapkan Kemajuan dalam Rencana Perdamaian Doc: AFP/THAILAND'S MINISTRY OF FOREIGN AFFAIRS
Ket. Para menlu Asean berfoto bersama pada pertemuan informal di Bangkok, Tailan, pada Minggu (12/7). Pertemuan informal ini salah satunya membahas agenda krisis di Myanmar.

BANGKOK – Asean berharap bisa menyaksikan kemajuan nyata dari Myanmar terkait rencana perdamaian Lima Poin Konsensus (5PC), seperti pembebasan semua tahanan politik termasuk Aung San Suu Kyi. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, Minggu (12/7).

“Poin terpenting adalah kita semua menegaskan kembali pentingnya Konsensus Lima Poin. (Konsensus) itu valid dan tetap valid. Poin selanjutnya adalah kita semua ingin melihat kemajuan yang nyata,” kata Balakrishnan usai pertemuan informal antara menteri luar negeri Asean dan rekan-rekan mereka dari Myanmar di Bangkok, Tailan.

Pertemuan tatap muka ini merupakan yang pertama antara para menteri luar negeri Asean dan diplomat tertinggi Myanmar sejak kudeta tahun 2021 di Myanmar, yang menandai langkah awal keterlibatan dengan Myanmar.

Seluruh menteri dari 11 negara anggota kelompok Asean menghadiri pertemuan kecuali Malaysia, yang diwakili oleh seorang pejabat senior, dan Kamboja, yang tidak mengirimkan perwakilan.

Menlu Balakrishnan menyebutkan bahwa para menteri luar negeri Asean ingin melihat diakhirinya kekerasan di Myanmar secara permanen dan agar Asean dapat menyalurkan bantuan kemanusiaan di seluruh negeri, bahkan di tempat-tempat yang tidak dikuasai oleh rezim Myanmar, yang merupakan poin-poin yang disebutkan dalam rencana perdamaian.

“Mari kita berharap akan melihat beberapa respons dan kemajuan dalam beberapa bulan mendatang,” ucap Menlu Balakrishnan. “Singapura kecewa dengan kemajuan terbatas yang telah dicapai dalam implementasi Konsensus Lima Poin Asean dan menekankan pentingnya dialog konstruktif di antara semua pemangku kepentingan utama Myanmar untuk mencapai resolusi krisis yang damai dan berkelanjutan,” imbuh dia.

Dalam sebuah pernyataan pada tanggal 12 Juli, Kementerian Luar Negeri Singapura mengatakan bahwa Myanmar tetap menjadi bagian integral dari Asean, dan Singapura berharap dapat melihat Myanmar yang damai, stabil, dan makmur.

Sementara Menlu Tailan, Sihasak Phuangketkeow, menyatakan bahwa Myanmar perlu menunjukkan kemajuan dalam rencana perdamaian dan rencana perdamaian tetap menjadi acuan utama bagi Asean sebelum Asean mempertimbangkan langkah selanjutnya dalam berdialog dengan Myanmar.

“Pada akhirnya, kita harus terlibat, kita harus berdialog, dan kita tidak akan meninggalkan posisi kita,” ucap Menlu Sihasak.

Asean sendiri belum menetapkan tenggat waktu bagi Myanmar untuk menunjukkan bahwa mereka telah membuat kemajuan positif dalam mengatasi krisis politik. Namun, para menteri luar negeri kemungkinan akan menindaklanjuti diskusi pada 12 Juli ketika mereka bertemu kembali secara resmi di Manila dari 20 hingga 24 Juli mendatang.

Sedangkan anggota Parlemen di Myanmar menolak rencana perdamaian tersebut secara keseluruhan dalam sebuah mosi pada tanggal 9 Juli, dengan menyebut bahwa rencana itu tidak relevan.

Isu Suu Kyi

Ketika ditanya tentang mantan pemimpin Myanmar Suu Kyi, Menteri Luar Negeri Filipina, Maria Theresa Lazaro, mengatakan bahwa penasihat negara yang ditahan tersebut tetap dalam kondisi kesehatan yang baik dan memiliki akses ke layanan kesehatan.

“Dari apa yang saya ingat dan dengar dari pernyataan Menteri Luar Negeri Myanmar mengenai Aung San Suu Kyi adalah bahwa kesehatannya baik dan premis dari pernyataan tersebut adalah bahwa ia adalah kerabat, saudara perempuan, dan oleh karena itu mereka akan tetap menjaganya,” kata Menlu Lazaro, merujuk pada komentar dari Menlu Myanmar, Tin Maung Swe.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar

Harga Cabai Rawit Rp82.700/Kg, Telur Ayam Rp29.650/Kg

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp82.700/...
Advertisement
Bye-Bye Calo! Kemen ATR/BPN Pangkas Urus Peralihan Hak Tanah Cuma 10 Hari!

Bye-Bye Calo! Kemen ATR/BPN Pangkas Urus Peralihan Hak Tanah Cuma 10 Hari!

03 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.