Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dosen UMY Tekankan Mitigasi Berbasis Konservasi Air Hadapi Kekeringan

📅 Senin, 13 Jul 2026, 16:32 WIB | Oleh:
Dosen UMY Tekankan Mitigasi Berbasis Konservasi Air Hadapi Kekeringan Doc: ANTARA/HO-Humas UMY
Ket. Dosen Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Ani Hairani.

YOGYAKARTA -- Dosen Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Ani Hairani menekankan pentingnya langkah mitigasi melalui konservasi air di tingkat rumah tangga sebagai upaya strategis menekan risiko krisis air bersih selama puncak musim kemarau 2026.

Langkah tersebut menjadi krusial di tengah penetapan status siaga darurat kekeringan di Kabupaten Bantul dan Gunungkidul, DIY, yang diperkirakan berlangsung hingga Agustus mendatang.

"Konservasi air dapat dimulai dari lingkungan rumah. Air hujan sebaiknya tidak langsung dialirkan ke saluran drainase, tetapi diupayakan meresap kembali ke dalam tanah atau ditampung untuk dimanfaatkan," ujar Ani dalam keterangannya di Yogyakarta, Senin.

Menurut pakar bidang Teknik Keairan dan Lingkungan ini, masyarakat dapat menerapkan teknik sederhana, seperti membangun lubang biopori, sumur resapan, hingga sistem pemanenan air hujan (rainwater harvesting). Langkah-langkah tersebut dinilai efektif menjaga cadangan air tanah agar tetap terjaga meski saat puncak musim kemarau.

Ani menjelaskan ancaman kekeringan saat ini tidak lagi hanya dipicu oleh pola curah hujan musiman, namun juga diperparah oleh dampak perubahan iklim global. Fenomena tersebut menyebabkan musim kemarau berlangsung lebih panjang, penguapan meningkat, serta terjadi pergeseran musim yang mengganggu perencanaan pengelolaan sumber daya air.

"Perubahan iklim membuat siklus hidrologi menjadi tidak menentu. Selain itu, alih fungsi lahan yang mengurangi kawasan resapan juga memperburuk kondisi, karena air hujan tidak tersimpan dengan baik sebagai cadangan air tanah," katanya.

Lebih lanjut, ia merinci tiga jenis kekeringan yang perlu diwaspadai, yakni kekeringan meteorologis akibat kurangnya curah hujan, kekeringan hidrologis yang ditandai penurunan air tanah, serta kekeringan pertanian yang mengancam ketahanan pangan.

Ia menilai pemerintah daerah sejatinya telah berupaya melakukan mitigasi melalui pemantauan iklim dan skenario pengelolaan sumber daya air. Namun, keberhasilan pengendalian risiko bencana kekeringan ini tetap membutuhkan partisipasi aktif masyarakat melalui pengelolaan tata guna lahan yang bijak dan pola penggunaan air yang hemat.

"Kekeringan bukan hanya dipengaruhi faktor alam, tetapi juga aktivitas manusia. Dengan menjaga cadangan air tanah melalui konservasi di tingkat rumah tangga, kita dapat meminimalkan dampak krisis air saat musim kemarau," kata Ani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Lorong Bendera Merah Putih di Tasikmalaya

9 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Lorong Bendera Merah Putih ...

Pelatihan pembuatan roti dan kue di Jakarta

14 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pelatihan pembuatan roti da...
Daerah
Gunung Lewotobi Laki-Laki A...
Rona
Pemusatan latihan Gita Baha...

Kejuaraan Seluncur Es Terbuka Asia 2026

29 menit yang lalu | Wahyu AP

Olahraga
Kejuaraan Seluncur Es Terbu...

Realisasi PNBP Sumatera Selatan

34 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Realisasi PNBP Sumatera Sel...

Optimalisasi pengelolaan sampah TPS 3R

35 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Optimalisasi pengelolaan sa...

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

04 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Defisit Migas Tekan Neraca Perdagangan
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.