Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

MPLS Harus Bebas Praktik Peloncoan

📅 Selasa, 14 Jul 2026, 03:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
MPLS Harus Bebas Praktik Peloncoan Doc: Antara
Ket. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menjadi pembina upacara di SMK Negeri 2 Singosari, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, Senin (13/7/2026).

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi membuka rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 sebagai penanda dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027 yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari praktik perpeloncoan maupun senioritas.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan MPLS merupakan tahapan penting yang menjadi awal perjalanan belajar murid di setiap jenjang pendidikan. “Kami mengajak anak-anakku sekalian untuk menjadikan momentum MPLS sebagai langkah awal menatap masa depan yang gemilang dan mencapai cita-cita yang mulia dalam kehidupan kalian,” ujar Mendikdasmen Mu’ti di Jakarta, Senin (13/7).

Ia menegaskan Kemendikdasmen terus berkomitmen membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman, sekaligus menjadikan sekolah sebagai rumah kedua bagi seluruh warga sekolah.

Setiap anak Indonesia, kata dia, tanpa memandang latar belakang ekonomi, kemampuan intelektual, maupun kondisi fisik, berhak memperoleh layanan pendidikan yang bermutu.

Melalui inisiatif MPLS yang ramah, Mu’ti bertekad menjadikan sekolah sebagai titik temu (meeting point) sekaligus ruang pembauran (melting point) bagi seluruh siswa dari berbagai latar belakang, sehingga lingkungan pendidikan terasa jauh lebih humanis dan inklusif.

Ranah Digital

Lebih luas lagi, Mendikdasmen menjelaskan Gerakan Nasional RANA dirancang agar penciptaan ruang aman bagi anak tidak hanya berhenti di gerbang sekolah. Ekosistem yang nyaman tersebut harus terus terbangun secara holistik hingga ke lingkungan keluarga, masyarakat, serta ke ranah digital.

“MPLS Ramah ini tidak hanya menekankan pentingnya membangun lingkungan sekolah yang secara sosial aman, secara fisik resik, sehat, dan indah, tetapi juga memberikan wawasan dan juga memberikan kesadaran bagi anak-anak kita tentang pentingnya menjaga keramahan di dunia digital,” ujarnya. Ant/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp85.500/...
Advertisement
Klasemen Liga Spanyol: Barcelona Masih di Puncak, Madrid Naik ke Posisi Kedua

Klasemen Liga Spanyol: Barcelona Masih di Puncak, Madrid Naik ke Posisi Kedua

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.