Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gawat Dunia Dihantui Perang Dagang, Trump Kenakan Tarif Impor 10% pada Tiongkok Mulai 1 Februari

📅 Kamis, 23 Jan 2025, 01:10 WIB | Oleh:
Gawat Dunia Dihantui Perang Dagang, Trump Kenakan Tarif Impor 10% pada Tiongkok Mulai 1 Februari Doc: Jim WATSON/AFP
Ket. Presiden AS, Donald Trump.

WASHINGTON - Presiden Donald Trump, pada hari Selasa (21/1), mengatakan akan mengenakan tarif sebesar 10 persen pada impor Tiongkok ke Amerika Serikat pada 1 Februari, sebuah keputusan yang pasti bakal meningkatkan ketegangan perdagangan antara kedua ekonomi terbesar dunia.

Dikutip dari The Straits Times, berbicara di Gedung Putih, Trump mengatakan tarif tersebut merupakan respons terhadap peran Tiongkok dalam krisis fentanil di Amerika. Trump mengatakan Tiongkok mengirim fentanil ke Kanada dan Meksiko, dari sana fentanil akan diangkut ke Amerika Serikat.

Ancaman tarif muncul setelah Trump mengatakan pada 20 Januari bahwa ia berencana untuk mengenakan bea masuk sebesar 25 persen pada impor dari Kanada dan Meksiko sebagai hukuman karena mengizinkan fentanil dan imigran ilegal menyeberang ke Amerika Serikat.

“Kita berbicara tentang tarif sebesar 10 persen terhadap Tiongkok berdasarkan fakta bahwa mereka mengirim fentanil ke Meksiko dan Kanada,” kata Trump.

Tarif tersebut akan diberlakukan di atas pungutan yang dikenakan Trump terhadap impor Tiongkok senilai lebih dari 300 miliar dolar AS selama masa jabatan pertamanya. Tarif tersebut tetap berlaku oleh Presiden Joe Biden, yang mengenakan pungutan tambahan terhadap kendaraan listrik, sel surya, semikonduktor, dan baterai canggih Tiongkok.

Tindakan Balasan

Janji Trump untuk mengenakan tarif kepada Tiongkok, Kanada, dan Meksiko diperkirakan akan menghasilkan tindakan balasan terhadap industri-industri AS. Para ekonom telah memperingatkan perang dagang global dapat menyebabkan inflasi meningkat kembali dan menghambat pertumbuhan ekonomi AS.

Trump menandatangani perintah eksekutif pada tanggal 20 Januari yang mengarahkan sejumlah lembaga untuk mempelajari berbagai macam masalah perdagangan dengan memperhatikan tarif di masa mendatang, tetapi ia tidak segera mengenakan pungutan baru, seperti yang telah diancamkannya sebelumnya.

Sebaliknya, ia memerintahkan pejabat AS untuk memeriksa aliran migran dan narkoba dari Kanada, Tiongkok, dan Meksiko ke Amerika Serikat, serta kepatuhan ketiga negara tersebut dan negara lainnya terhadap perjanjian perdagangan yang ada dengan Amerika Serikat.

Trump menegosiasikan perjanjian dagang baru dengan Kanada dan Meksiko selama masa jabatan pertamanya: Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada, atau United States-Mexico-Canada Agreement (USMCA). Ia juga menyetujui pakta perdagangan terbatas dengan Tiongkok yang seharusnya memberi penghargaan kepada petani Amerika.

Sejak itu ia mengatakan bahwa ia ingin menulis ulang kedua perjanjian tersebut selama masa jabatan keduanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Eropa Siap Dorong Perdamaian Ukraina

39 menit yang lalu | Rizky

Luar Negeri
Eropa Siap Dorong Perdamaia...

Asia Kuasai Produksi Perikanan Global

44 menit yang lalu | Rizky

Nasional
Asia Kuasai Produksi Perika...
  • Malasyia Mencak-mencak Kebakaran Jenggot Dimasukkan ke Dalam Kelas Dua Sepak Bola Asean
    Preview komentar:
    Jiran kita kejet-kejet tanpa bisa berbuat apa2
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
Kabar Baik untuk UMKM, Sertifikat Halal Self-Declare Dijamin Terbit dalam 1x24 Jam

Kabar Baik untuk UMKM, Sertifikat Halal Self-Declare Dijamin Terbit dalam 1x24 Jam

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.