Kebakaran Bromo Meluas hingga 899 Hektare, Pemprov akan Rehabilitasi Jaringan Pipa Air dan Antisipasi Dampak Ekonomi
📅 Rabu, 12 Agu 2026, 05:16 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SSURABAYA - Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, hingga 11 Agustus 2026 telah menghanguskan area seluas kurang lebih 899,38 hektare.
Vegetasi yang terdampak cukup beragam, mulai dari cemara gunung, mentigen, akasia hingga semak belukar. Kebakaran masih menyisakan dua titik api yang menjadi fokus utama tim gabungan untuk segera dipadamkan.
Penanganan dilakukan melalui dua jalur, yakni operasi darat dan udara. Di darat, petugas dikerahkan ke kawasan Pusung Duwur dan Dingklik menggunakan peralatan manual berupa gepyok serta mobil tangki untuk melakukan pembasahan di area yang masih dapat dijangkau.
Sementara dari udara, tiga helikopter dikerahkan untuk melakukan operasi water bombing. Dua helikopter berasal dari BNPB, yakni PK-DAN dan PK-DBM, sementara satu unit lainnya, PK-DAP, merupakan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Hingga Selasa (11/8), operasi water bombing telah dilakukan sebanyak 15 rit dengan total sekitar 36.000 liter air yang dijatuhkan ke kawasan Pusung Duwur.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, mengatakan, pola penanganan kali ini dibuat agar operasi pemadaman udara dapat berlangsung lebih efektif dibandingkan kebakaran serupa pada 2023.
"Perbedaannya dengan 2023 adalah helikopter standby di Pasuruan, review-nya di Pasuruan sehingga efektif. Kami juga menambahkan helikopter satu dari Pemprov dan satu lagi sewa."
Menurut Adhy, dua helikopter berukuran lebih kecil juga akan ditempatkan dalam posisi siaga di kawasan Ranu Pane. Dengan pola tersebut, operasi pemadaman diharapkan dapat berlangsung berkelanjutan tanpa harus terlalu sering kembali ke pangkalan untuk mengisi ulang air.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Itu yang dua pesawat kecil harus standby dan review-nya ada di Ranu Pane sehingga tidak perlu menunggu habis 4 rit atau 5 rit, tapi terus berlanjut kecuali ada kabut," katanya.
Besarnya area yang terbakar juga menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak lanjutan, bukan hanya pada lingkungan, tetapi juga kebutuhan dasar masyarakat di sekitar kawasan Bromo.
Adhy mengatakan pemerintah telah menyiapkan langkah rehabilitasi, terutama jika kebakaran berdampak pada jaringan pipa air masyarakat.
"BPBD Jawa Timur pasti akan melakukan rehabilitasi, terutama untuk pipa air yang terbakar. Itu akan diganti semua, karena jika tidak bencana besar akan terjadi, masyarakat tidak mendapatkan air."»
Menurutnya, dampak kebakaran juga berpotensi merembet ke sektor ekonomi masyarakat yang selama ini bergantung pada aktivitas wisata Bromo.
"Kita juga perlu memikirkan ekonomi sekitar yang jelas terganggu. Bagaimana usaha Jeep, hotel, homestay, dan kuliner terhenti."»
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!