Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mewariskan Pengetahuan Kebencanaan ke Generasi Muda Perlu Usaha Berkelanjutan

📅 Kamis, 16 Jan 2025, 16:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

3. Fokus ke program lain

Faktor lain yang menyebabkan pihak sekolah tidak melaksanakan simulasi bencana adalah kesibukan sekolah dengan program-program lain seperti program sekolah ramah anak, atau sekolah antiperundungan, sehingga pendidikan kebencanaan ditinggalkan.


“Pendidikan bencana ini sudah terlupakan, kalau ada bencana baru nanti ada lagi, sekarang pemerintah lagi gencar-gencarnya sosialisasi program sekolah ramah anak dan sekolah antiperundungan.” (Guru SD Negeri 13 Banda Aceh)

Bagaimana seharusnya mewariskan pengetahuan bencana

Ada beberapa cara yang bisa menjadi solusi untuk meningkatkan edukasi kebencanaan di Banda Aceh, yaitu:

1. PRB menjadi bagian dari akreditasi

Sebenarnya peraturan dari pemerintah terkait pengurangan risiko bencana pada satuan pendidikan sudah ada, tapi efeknya belum kuat. Berdasarkan hasil penelitian kami, salah satu cara untuk memperkuatnya adalah dengan menjadikan PRB sebagai bagian dari akreditasi.

Hal ini berkaca dari hasil wawancara yang menemukan bahwa semua sekolah memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Namun, pengadaan APAR sebenarnya hanyalah upaya sekolah untuk memenuhi syarat penilaian akreditasi—bukan timbul dari kesadaran pencegahan bencana.

Artinya, dengan menjadikan PRB sebagai salah satu indikator penilaian akreditasi, sekolah bisa terdorong untuk melaksanakan pendidikan PRB. Penerapan ini berpeluang menjadi alat kontrol kepatuhan sekolah, yaitu jika tidak dilaksanakan, sekolah akan mendapatkan akreditasi rendah.

2. Menyediakan anggaran untuk pendidikan PRB

Penelitian kami menemukan bahwa salah satu alasan tidak dilakukannya pendidikan PRB adalah ketiadaan anggaran dalam rencana tahunan sekolah.


“Pendidikan aman bencana tidak ada dimasukkan dalam anggaran, tapi nanti kalau ada kegiatan dari dinas pendidikan, maka kami akan revisi anggarannya.” (Tenaga Kependidikan SD Negeri 13 Banda Aceh)

Oleh karena itu, dinas pendidikan perlu mewajibkan dan memastikan setiap sekolah menyediakan anggaran pendidikan PRB setiap tahun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival
Megapolitan
Bisnis Sudah Waktunya Meman...
Ekonomi
Rentan, Belanja Pemerintah ...

Bromo Terbakar, Perlu Hujan Buatan lewat OMC

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Bromo Terbakar, Perlu Hujan...
Megapolitan
Pembiayaan Berkelanjutan un...

Gerai-gerai Ritel yang Menjual Beras Premium dalam Pengawasan

57 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Gerai-gerai Ritel yang Menj...
Kemenkeu Ambil Alih 60 Persen Saham KCIC Whoosh, Target Rampung September 2026

Kemenkeu Ambil Alih 60 Persen Saham KCIC Whoosh, Target Rampung September 2026

06 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.