Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mewariskan Pengetahuan Kebencanaan ke Generasi Muda Perlu Usaha Berkelanjutan

📅 Kamis, 16 Jan 2025, 16:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Untuk kegiatan ekstrakurikuler, integrasi pendidikan PRB dapat dilihat pada kegiatan pramuka yang melatih peserta didik untuk menjadi agen perubahan di lingkungannya dalam pengurangan risiko bencana dan membangun kesiapsiagaan bencana.

Namun, penelitian kami menemukan bahwa meskipun integrasi pendidikan PRB sudah dilaksanakan di sekolah, upaya tersebut belum memiliki perspektif kerangka keselamatan sekolah yang komprehensif. Ini mencakup aspek fasilitas sekolah yang aman bencana dan manajemen bencana di sekolah.

Kendala pendidikan risiko bencana di Aceh

Dalam hal simulasi, tersendatnya praktik pendidikan risiko bencana, disebabkan oleh beberapa hal.

1. Ketergantungan pada pihak luar

Pihak sekolah kurang memiliki kesadaran untuk melakukan simulasi kebencanaan secara mandiri. Mereka cenderung berharap ada pihak eksternal yang membantu mereka melakukan simulasi.

Memang, masih ada beberapa sekolah yang melakukan simulasi bencana. Namun, frekuensinya tidak serutin yang diamanatkan oleh Permendikbud Nomor 33 tahun 2019, yaitu minimal sekali dalam satu semester.

Biasanya, sekolah yang melakukan simulasi adalah sekolah-sekolah yang dibina oleh pemerintah atau organisasi kebencanaan di Banda Aceh. Sifat pelatihannya pun lebih seremonial, seperti memperingati hari pengurangan risiko bencana yang biasanya dilaksanakan setiap tahun di bulan November, atau dalam rangka memperingati Tsunami 2004.

2. Sosialisasi belum maksimal

Informasi terkait Permendikbud Nomor 33 tahun 2019 Tentang SPAB juga tidak menjangkau semua kepala sekolah dan guru di Aceh. Salah satu informan menyebutkan,


“Saya belum pernah membaca Permendikbud tentang SPAB”. (Kepala sekolah SD Negeri 69 Banda Aceh)

Hal serupa juga disampaikan oleh salah satu guru di SD Negeri 13 Banda Aceh yang mengaku tidak tahu isi Permendikbud.

Ini terjadi karena kurangnya pelatihan-pelatihan terkait SPAB. Penelitian kami menemukan bahwa sekolah-sekolah sudah jarang sekali mendapatkan pelatihan-pelatihan terkait SPAB. Rata-rata informan menyebutkan, mereka sering mendapatkan pelatihan dan melakukan simulasi kebencanaan di rentang tahun 2005-2010 pasca tsunami. Sementara setelah tahun-tahun tersebut, sekolah sangat jarang mendapatkan pelatihan. Kalaupun ada, hanya beberapa sekolah yang dilibatkan dalam pelatihan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Megapolitan
Kebakaran di Kebayoran Lama...
Megapolitan
BMKG Bawa Kabar Baik untuk ...
Advertisement
Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.