Gempa Pangandaran Magnitudo 5,3 Paksa Perjalanan 6 Kereta di Daop 2 Berhenti Darurat
📅 Kamis, 06 Agu 2026, 10:14 WIB | Oleh: Tim PenulisBANDUNG – PT KAI Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung memberlakukan prosedur penghentian darurat terhadap enam rangkaian perjalanan kereta api pascagempa bumi bermagnitudo 5,3 yang mengguncang kawasan barat daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Rabu (05/8) malam.
Getaran gempa yang terjadi pada pukul 21.55 WIB di kedalaman 18 kilometer (km) tersebut dirasakan kuat di sejumlah perlintasan vital Daop 2 Bandung, meliputi lintas Nagreg-Banjar, Cibatu-Garut, hingga Cipatat-Gandasoli.
Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, di Bandung, Kamis (06/8), mengonfirmasi bahwa Pusat Pengendali Operasi Kereta Api (Pusdalopka) langsung menginstruksikan seluruh KA di lintas terdampak untuk berhenti luar biasa (BLB), baik di stasiun maupun di tengah petak jalan, guna memeriksa kelaikan infrastruktur perkeretaapian.
"Keselamatan merupakan prioritas utama. Begitu menerima informasi terjadinya gempa, kami langsung menerapkan prosedur keselamatan dengan menghentikan sementara perjalanan kereta api dan mengerahkan petugas prasarana untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jalur rel, jembatan, terowongan, wesel, serta infrastruktur pendukung lainnya sebelum perjalanan kereta api kembali diizinkan beroperasi," ujar Kuswardojo.
Tercatat enam perjalanan kereta api yang dihentikan sementara saat proses penyisiran prasarana berlangsung, di antaranya:
Sebaiknya Anda baca juga:
KA (306) Parcel Selatan tertahan di Stasiun Banjar.
KA (300) Cikuray tertahan di Stasiun Leles.
KA (292) Kutojaya Selatan berhenti di petak jalan Cibatu-Warungbandrek KM 217+900.
Sebaiknya Anda baca juga:
KA (72) Mutiara Selatan berhenti di petak jalan Cipeundeuy-Cirahayu KM 237+000.
KA (350) Commuter Line Garut tertahan di Stasiun Wanaraja.
KA (PLB 80B) Lodaya berhenti di petak jalan Manonjaya-Ciamis KM 289+200, serta KA (PLB 287A) Serayu di Stasiun Cipeundeuy.
Kuswardojo menegaskan bahwa langkah penghentian darurat tersebut berpotensi memicu keterlambatan perjalanan, namun keputusan tegas tersebut diambil mutlak demi keselamatan jiwa para penumpang.
"Kami memahami adanya potensi keterlambatan yang dialami pelanggan akibat penghentian sementara perjalanan kereta api. Namun langkah ini harus kami lakukan demi memastikan seluruh perjalanan berlangsung dengan selamat, aman, dan nyaman. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengucapkan terima kasih atas pengertian dari seluruh pelanggan," ungkapnya.
Kuswardojo menambahkan tim prasarana KAI Daop 2 Bandung langsung melakukan pemeriksaan ketat di sepanjang jalur rel begitu gempa terjadi, guna memastikan tidak ada pergeseran struktur maupun kerusakan pada jembatan dan terowongan sebelum jalur kembali dibuka secara normal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!