Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mewariskan Pengetahuan Kebencanaan ke Generasi Muda Perlu Usaha Berkelanjutan

📅 Kamis, 16 Jan 2025, 16:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mewariskan Pengetahuan Kebencanaan ke Generasi Muda Perlu Usaha Berkelanjutan Doc: The Conversation/Herims/Shutterstock
Ket. Banda Aceh dan Aceh Besar, dua daerah yang mengalami dampak terparah Tsunami 2004.

Muhammad Arifin, Tsunami and Disaster Mitigation Research Center - Universitas Syiah Kuala

Banda Aceh dan Aceh Besar adalah dua daerah yang mengalami dampak terparah dengan 96 ribu korban jiwa pada Tsunami 2004. Sementara di Simeulue, pulau yang terletak kurang lebih 150 km dari lepas pantai barat Aceh, korban jiwa hanya 5 orang. Bahkan ada sumber lain yang menyebutkan korban jiwa hanya 3 orang.

Ini disebabkan, salah satunya, karena masyarakat Simeulue memiliki pengetahuan tentang smong (tsunami dalam bahasa Simeulue) yang diwariskan oleh nenek moyang mereka berdasarkan pengalaman tsunami 1907.

Kondisi ini menunjukkan pentingnya pengetahuan tentang bencana dan bagaimana merawat dan mewariskan pengetahuan tersebut.

Sejauh ini, pemerintah dan masyarakat sudah melakukan berbagai upaya untuk mewariskan pengetahuan mitigasi bencana. Dari segi pendidikan, misalnya, berbagai universitas semakin serius menekuni bidang kajian bencana alam, bahkan membangun pusat studi untuk meningkatkan ketahanan masyarakat Aceh atas bencana.

Sebut saja, Universitas Syiah Kuala (USK) dengan pusat risetnya yang bernama Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC), Universitas Negeri Islam Ar-Raniry Banda Aceh (UIN Ar-Raniry) yang menawarkan mata kuliah kebencanaan di sepuluh program studi. Ada juga Universitas Muhammadiyah Aceh yang membuka program studi S1 Manajemen Bencana, dan Universitas Teuku Umar Meulaboh yang membangun Gedung Pusat Edukasi Tsunami Aceh sebagai tempat edukasi bencana gempa bumi dan tsunami di Meulaboh.

Pemerintah Indonesia juga telah mengeluarkan peraturan terkait upaya pencegahan dan pengurangan risiko bencana pada satuan pendidikan melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 33 tahun 2019 Tentang Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

Namun, upaya-upaya di atas tidak berjalan mulus karena masih bergantung pada pihak eksternal dan cenderung tidak berkelanjutan. Penelitian yang kami lakukan di Banda Aceh tahun 2024 (belum dipublikasikan) menunjukkan bahwa simulasi bencana hanya dilakukan ketika pihak eksternal seperti NGO lokal maupun NGO internasional masih berada di Banda Aceh.

Dari 66 sekolah dasar yang kami teliti, mereka sering melakukan latihan simulasi gempa bumi dan tsunami selama 5 tahun pasca tsunami 2004 yaitu rentang 2005–2010. Setelah itu, mereka sangat jarang melakukan simulasi bencana lagi.

Integrasi pengurangan risiko bencana dalam kurikulum

Pemerintah berkewajiban mengintegrasikan materi terkait pengurangan risiko bencana (PRB) ke dalam kurikulum nasional, muatan lokal, kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Sejauh ini, pemerintah telah mengintegrasikan materi PRB ke dalam beberapa mata pelajaran.

Dalam pelajaran Agama, misalnya, integrasinya tampak pada pembelajaran terkait ayat-ayat Al-Qur'an tentang bencana, seperti Surat Ar-Rum ayat 41, Surat Al-Zalzalah, dan lain sebagainya. Ini dapat menentukan dan membentuk sikap siswa dalam menyikapi bahaya bencana, sehingga terbentuklah sikap tangguh bencana.

Contoh lain, dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, siswa belajar tentang bagaimana mencintai lingkungan dan melindungi alam dengan mengetahui dan memahami bahaya pencemaran, bahaya penjarahan hutan, bahaya alih fungsi lahan, teknologi yang tidak tepat hingga wabah penyakit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

48 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

53 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.