Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jadi Garda Terdepan Pembangunan Indonesia, Potensi Ekonomi Desa Perlu Dioptimalkan

📅 Senin, 06 Jan 2025, 00:00 WIB | Oleh:
Jadi Garda Terdepan Pembangunan Indonesia, Potensi Ekonomi Desa Perlu Dioptimalkan Doc: istimewa
Ket. Yandri Susanto Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal - Kementerian Desa dan PDT saat ini memiliki tagline Membangun desa, membangun Indonesia, artinya desa garda terdepan pembangunan Indonesia dan jika desa maju maka kabupaten dan provinsi juga

JAMBI - Pembangunan ekonomi desa perlu terus dipacu karena bisa memantik akselerasi penekanan angka kemiskinan dan pengangguran hingga meningkatkan ekonomi nasional. Salah satunya dengan memgoptimalkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Untuk itu, pemerintah daerah (pemda) perlu melakukan pemetaan potensi desa masing-masing agar dapat dikembangkan menjadi prioritas pengembangan BUMDes.

"Kementerian Desa dan PDT saat ini memiliki tagline Membangun desa, membangun Indonesia, artinya desa garda terdepan pembangunan Indonesia dan jika desa maju maka kabupaten dan provinsi juga maju maka kepala daerah saya minta untuk memetakan potensi desa, itu harus menjadi fokus unggulan desa yang dikembangkan BUMDes,” kata kata Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Yandri Susanto saat silaturahmi dengan gubernur, bupati/ walikota dan ratusan kepala desa di Rumah Dinas Gubernur Jambi di Jambi, Minggu (5/1).

Yandri juga meminta BUMDes memiliki badan hukum dan menyampaikan agar Dana Desa 20 persen untuk ketahanan pangan dikelola oleh BUMDes.

“Bagi yang belum ada silakan urus badan hukum, mulai 2025 Dana Desa yang 20 persen untuk ketahanan pangan tidak boleh disalurkan ke individu-individu atau bantuan langsung ke masyarakat. Dana Desa 20 persen itu dikelola oleh BUMDes, supaya dana itu tidak hilang jangan sampai tidak ada jejaknya. Silakan BUMDes kelola anggaran itu,” ujarnya.

Sebelumnya, Mendes PDT menilai implementasi yang tepat dalam pembangunan desa bisa memantik akselerasi penekanan angka kemiskinan dan pengangguran hingga meningkatkan ekonomi nasional.

Menurut dia, kontribusi desa bisa diwujudkan melalui upaya peningkatan potensi sumber daya manusia (SDM) serta keunggulan sumber daya alam (SDA) di desa. Hal tersebut, katanya, salah satu instrumen untuk menggairahkan kembali pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Target pertumbuhan ekonomi dari Pak Presiden Prabowo sampai delapan persen itu bisa bergerak dari desa," katanya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, pihaknya mendorong seluruh pihak, baik dari perguruan tinggi, mahasiswa, maupun swasta, terlibat dalam membangun desa.

Terkendala Kualitas SDM

Sementara itu, Ahli Perdesaan Institut Teknologi Bandung (ITB), Tubagus Furqon Sofhani, dari Kelompok Keahlian Perencanaan Wilayah dan Perdesaan, Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) menilai pemerintah pusat dan daerah sudah memiliki kebijakan nasional untuk pembangunan desa. Namun, jumlah alokasi dana masih terlampau kecil dan kemampuan masyarakat desa untuk mengelola bantuan keuangan dari pemerintah masih terbatas.

"Terdapat sejumlah desa di Bali yang dinilai cukup berhasil dalam mengelola desanya. Hal itu dibangun dengan penguatan sumber daya manusia, budaya, tata kelola pemerintahan desa, bumdes, UMKM, hingga koperasi," jelasnya, seperti dikutip dalam laman itb.ac.id.

Menurutnya, desa harus memiliki daya tarik agar warganya berminat tinggal di desa sehingga tidak ditinggalkan. “Selama desa tidak ada sesuatu yang ditawarkan, desa itu akan terus ditinggalkan. Oleh karena itu, desa perlu menawarkan banyak pilihan pekerjaan hingga berbagai fasilitas dasar lainnya yang berkulitas,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

20 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

43 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.