Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gebrakan Polda Jateng! Polisi RW Disebar ke Lingkungan Warga Demi Sikat Kekerasan Anak & Perempuan!

📅 Jumat, 21 Agu 2026, 01:50 WIB | Oleh:
Gebrakan Polda Jateng! Polisi RW Disebar ke Lingkungan Warga Demi Sikat Kekerasan Anak & Perempuan! Doc: ANTARA/HO-Humas Polda Jateng
Ket. Wakapolda Jatemg Brigjen Pol. Latif Usman.

SEMARANG - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah memaksimalkan peran Polisi RW dan Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan dalam mendeteksi secara dini dugaan tindak pidana kekerasan terhadap perempuan dan anak. 

Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol. Latif Usman di Semarang, Kamis, mengatakan, sejumlah langkah pencegahan kekerasan perempuan dan anak telah dilakukan Polda Jawa Tengah.

Selain polisi RW, kata dia, Bhabinkamtibmas juga memiliki peran penting dalam upaya deteksi dini kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Pencegahan harus dilakukan sejak dini dengan membangun kepedulian bersama, termasuk memperkuat kehadiran polisi di lingkungan masyarakat dan satuan pendidikan," katanya.

Di lingkungan sekolah, kata dia, Polda Jawa Tengah juga menjalankan berbagai program seperti "Police Goes to School", Polisi Sahabat Anak, penyuluhan anti perundungan serta kampanye pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Langkah tersebut, lanjut dia, diarahkan untuk membangun lingkungan yang aman sekaligus meningkatkan keberanian anak dan masyarakat dalam mengenali serta melaporkan potensi kekerasan.

Menurut dia, Polda Jawa Tengah juga menyediakan kanal pengaduan dan respons cepat melalui layanan 110 dan Command Center dengan tetap memperhatikan kerahasiaan identitas pelapor.

Ia menjelaskan penanganan selanjutnya dilakukan dengan mengedepankan perlindungan dan kepentingan korban serta diperkuat melalui kolaborasi lintas sektoral.

Ia menegaskan perlindungan perempuan dan anak membutuhkan pendekatan yang menyeluruh.

"Deteksi dini, edukasi, kemudahan akses pengaduan, respons cepat, perlindungan korban dan penegakan hukum harus berjalan beriringan dengan penguatan kolaborasi seluruh elemen masyarakat," katanya.

Ia menyebut perlindungan perempuan dan anak bukan hanya tugas Polri, tetapi tanggung jawab bersama agar anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, termasuk aman dari paparan kekerasan di ruang digital.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.