Diplomat Eropa Desak Transisi Inklusif di Suriah
📅 Sabtu, 04 Jan 2025, 02:59 WIB | Oleh: Tim PenulisSejak Assad digulingkan, sejumlah utusan asing telah melakukan perjalanan ke Damaskus untuk bertemu dengan para pemimpin baru negara itu. Sebelum kunjungan Barrot dan Baerbock, Prancis dan Jerman telah terlebih dahulu mengirimkan delegasi tingkat rendah bulan lalu.
Perang saudara Suriah yang dimulai pada tahun 2011, dipicu oleh penindasan brutal pemerintah Assad terhadap protes demokrasi, menyebabkan Jerman, Prancis, dan sejumlah negara lain menutup misi diplomatik mereka di Damaskus. Konflik tersebut menewaskan lebih dari 500.000 orang, menyebabkan jutaan orang mengungsi, dan membuat Suriah terpecah belah dan porak poranda.
Pemerintah baru telah menyerukan pencabutan sanksi yang dijatuhkan pada Suriah di bawah Assad untuk memungkinkan rekonstruksi.
Paris rencananya akan menjadi tuan rumah pertemuan puncak internasional mengenai Suriah akhir bulan ini, menyusul pertemuan serupa pada bulan Desember di Yordania. AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!