Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenpar Susun Strategi Kembangkan Wisata Kesehatan di Indonesia

📅 Jumat, 24 Jul 2026, 14:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenpar Susun Strategi Kembangkan Wisata Kesehatan di Indonesia Doc: Kemenpar
Ket. Arsip - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menunjukkan nota kesepahaman kerja sama tentang penyelenggaraan layanan wisata kesehatan dalam acara penandatanganan nota kesepahaman di Jakarta, Jumat (21/11/2025).

JAKARTA - Kementerian Pariwisata menyatakan sedang menyusun serta memperkuat strategi bersama lintas sektor dalam mengembangkan wisata kesehatan (health tourism) di Indonesia.

"Kini saatnya memperkuat kolaborasi antara industri pariwisata dan industri kesehatan agar mampu menciptakan ekosistem yang saling mendukung," kata Pelaksana Tugas Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar Rizki Handayani dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (24/7).

Pembahasan strategi tersebut sudah dilakukan bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI), Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), serta perwakilan rumah sakit dalam sebuah pertemuan yang digelar di Jakarta, Rabu (22/7).

Menurut Rizki, tren kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan terus berkembang. Kebutuhan layanan kesehatan tidak hanya berorientasi pada layanan kuratif, tetapi juga mencakup layanan promotif, preventif, dan kebugaran.

Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata kebugaran, khususnya di pasar domestik, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan wisata kesehatan sebagai salah satu produk unggulan pariwisata. Sebagai tahap awal, Kementerian Pariwisata bersama Kementerian Kesehatan, PERSI, dan ARSSI telah melakukan pemetaan rumah sakit yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata kesehatan.

Sebanyak 18 rumah sakit, yang terdiri atas 15 rumah sakit di wilayah Jabodetabek dan tiga rumah sakit di Bali, ditetapkan sebagai proyek percontohan. Beberapa rumah sakit yang masuk dalam proyek percontohan tersebut antara lain RS Pondok Indah, Hermina Kemayoran, BIMC Nusa Dua, Mayapada Lebak Bulus, Siloam Semanggi, RS Pondok Indah Bintaro, dan Siloam Karawaci.

Kedelapan belas rumah sakit tersebut juga akan dimuat dalam katalog wisata kesehatan yang tengah disusun Kementerian Pariwisata dan ditargetkan selesai pada Oktober 2026 sebagai salah satu media promosi layanan wisata kesehatan Indonesia.

Setiap rumah sakit akan melalui proses pemetaan secara menyeluruh, mulai dari penyusunan profil layanan unggulan hingga penghitungan estimasi paket wisata kesehatan.

Kemudian Kementerian Pariwisata bersama Kementerian Kesehatan akan melakukan survei lapangan untuk menyusun parameter center of excellence (pusat keunggulan)yang menjadi keunggulan masing-masing rumah sakit.

Seluruh pengembangan wisata kesehatan tidak hanya berfokus pada fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi, juga tentang membangun ekosistem yang terintegrasi dengan berbagai pelaku industri pariwisata.

Kolaborasi akan dilakukan dengan sektor perhotelan, biro perjalanan wisata, agen perjalanan, penyedia transportasi yang ramah bagi pasien, termasuk layanan transportasi dengan fasilitas kursi roda, serta melibatkan perusahaan asuransi dalam dan luar negeri.

"Tahapan ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem wisata kesehatan yang terintegrasi melalui kolaborasi antara fasilitas pelayanan kesehatan, pelaku usaha pariwisata, dan berbagai pemangku kepentingan terkait," kata Rizki.

Direktur Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes Yanti Herman menambahkan rumah sakit yang ditetapkan sebagai proyek percontohan akan diminta melakukan penilaian mandiri untuk mengukur tingkat kesiapan dalam mengembangkan layanan wisata medis sekaligus memperkuat komitmen terhadap peningkatan mutu pelayanan yang berorientasi pada pengalaman pasien.

Rumah sakit yang memenuhi kriteria dan berkomitmen dalam pengembangan wisata kesehatan akan memperoleh berbagai bentuk dukungan, antara lain promosi fasilitas pelayanan kesehatan, pelatihan dan pendampingan menuju standar pelayanan internasional, serta berbagai kemudahan fiskal maupun non-fiskal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.