Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Festival Film Dapat Mempererat Hubungan Indonesia-Australia

📅 Minggu, 15 Des 2024, 14:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Namun, persoalan representasi dan konsistensi menjadi tantangan paling kentara. Berdasarkan hasil penelusuran arsip yang saya lakukan, sejauh ini sudah ada 59 film lokal yang ditampilkan di MIFF dari tahun 1962 hingga 2023. Inkonsistensi perwakilan Indonesia terlihat jelas. Bahkan, sepanjang 1977 hingga 1985, tidak ada satu pun film Indonesia masuk seleksi.

Keragaman film juga patut menjadi sorotan. Nama-nama sutradara yang kerap tampil di festival internasional cenderung itu-itu saja seperti Mira Lesmana, Garin Nugroho, Riri Riza, atau Kamila Andini. Meskipun karya mereka diakui secara global, para sineas lain juga perlu mendapatkan ruang untuk menunjukkan kekayaan cerita dari Indonesia.

Penyajian produk konten yang beragam dapat memberikan akses kepada penonton untuk mengetahui cerita dan suara yang kerap tak terwakili di media arus utama. Akses ini memungkinkan munculnya pemahaman yang lebih mendalam tentang keberagaman suatu bangsa/negara sehingga mampu melawan stereotipe. Ini merupakan aspek penting dari diplomasi budaya yang bertujuan membentuk ulang persepsi atas budaya lain.

Mengisi celah lewat festival film

Festival film Indonesia di Australia, yang diselenggarakan oleh atau dengan dukungan institusi pemerintah Indonesia, memiliki potensi besar untuk mengisi kekosongan representasi dan konsistensi di atas mengingat fungsi festival sebagai jalur distribusi alternatif. Festival semacam ini bisa menjembatani film nasional yang kesulitan menjangkau audiens mancanegara.

Keunggulan utama dari memiliki festival yang dijalankan oleh institusi Indonesia adalah kebebasan untuk mengkurasi film sesuai dengan kebijakan budaya dan prioritas hubungan internasional Indonesia. Ini seperti yang dilakukan oleh kedutaan dan konsulat dari Uni Eropa yang berpartisipasi dalam festival Cine Europa di Filipina.

Festival yang dikelola secara mandiri memungkinkan penyelenggara untuk menonjolkan tema dan narasi yang mendukung agenda diplomasi budaya Indonesia. Tidak hanya menghibur semata, inisiasi seperti ini juga efektif mengkomunikasikan nilai dan misi Indonesia.

Diplomasi berkelanjutan dan berdampak

Japanese Film Festival (JFF) di Australia bisa menjadi dasar rujukan festival film Indonesia untuk membangun program yang berkelanjutan dan berdampak. JFF sudah konsisten menjadi festival tahunan sejak tahun 1997. Pada awalnya, JFF hanya menayangkan tiga film secara gratis. Tapi berkat konsistensi dan komitmen pemerintah Jepang, JFF berkembang menjadi etalase wajah perfilman Jepang di dunia.

Keberhasilan JFF terletak pada kemitraan strategisnya, program yang beragam, dan dukungan pemerintah melalui The Japan Foundation—organisasi budaya nirlaba yang didirikan untuk mempromosikan pertukaran budaya. JFF tidak hanya menawarkan pemutaran film tetapi juga sesi diskusi dan bertukar pikiran dengan sutradara, acara budaya, dan pameran tematik Jepang yang memberikan pengalaman lengkap kepada audiens.

Indonesia dapat meniru strategi-strategi ini untuk meningkatkan visibilitas film-filmnya dan memperkuat hubungan budaya dengan Australia.

Sebagai representasi negara, KBRI atau KJRI di Australia dapat menggandeng lembaga terkait, seperti Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), yang menganggap film sebagai komponen utama dari ekonomi kreatif nasional. Lembaga seperti Badan Film Indonesia, Perusahaan Film Negara, dan Kementerian Kebudayaan, dan pihak-pihak lain yang berkecimpung di industri perfilman juga dapat memainkan peran penting dalam mendukung inisiatif ini.

Kemudian, pendanaan dan dukungan institusional yang konsisten dapat memastikan bahwa festival ini berlangsung secara reguler, sehingga membangun basis audiens yang loyal dari waktu ke waktu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
  • Kartu Transportasi Bersubsidi Bocor, DPRD DKI Minta Data Diperketat
    Preview komentar:
    Membaca sorotan DPRD DKI mengenai kebocoran kartu transportasi ...
  • XLSMART Berhasil Raih Kinerja Solid Semester I 2026.
    Preview komentar:
    Keberhasilan XLSMART dalam memperluas cakupan 5G hingga 52 ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile

Nuansa Kemerdekaan Menyelimuti Ikon Kota Bogor

34 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Nuansa Kemerdekaan Menyelim...
Ekonomi
Peternak Ayam Petelur Hadap...
Daerah
Pelaku UMKM Sumsel Didorong...
Olahraga
“Final” Toronto Terjadi...
Megapolitan
Samsat Keliling Hadir di 14...
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Gladi Persiapan Sidang Tahunan dan Pidato Presiden

Gladi Persiapan Sidang Tahunan dan Pidato Presiden

13 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Juli Jadi Bulan Terpanas Kedua Dunia
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.