Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Festival Film Dapat Mempererat Hubungan Indonesia-Australia

📅 Minggu, 15 Des 2024, 14:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Festival Film Dapat Mempererat Hubungan Indonesia-Australia Doc: The Conversation
Ket. Diskuni panel setelah pemutaran Eksil, menampilkan Lola Amaria, Sari Mochtan, Dr Vanessa Hearman dan Dr Antonio Traverso di Curtin University.

Sugiyanto, Edith Cowan University

Bulan Oktober 2024 lalu, Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Australia Barat menyelenggarakan Road to Indonesia-Western Australia Film Festival (IWAFF). Pergelaran tersebut menampilkan deretan film seperti Eksil, Orpa, Onde Mande!, dan belasan film pendek lainnya karya sineas Jawa Timur. Acara ini merupakan langkah awal menuju festival utama yang akan digelar pada 2025.

Kehadiran sutradara dan produser film seperti Lola Amaria dan Jody Novansyah dalam festival film yang juga dilengkapi acara diskusi serta lokakarya di Curtin University dan Murdoch University membuka forum diskusi lintas budaya guna membangun jalinan hubungan bilateral kedua negara.

Momen tersebut menunjukkan bahwa film bisa menjadi instrumen diplomasi budaya (inisiatif pertukaran budaya yang bertujuan untuk membangun kesalingpahaman antarbangsa) yang efektif. Terlebih, sejak beberapa tahun terakhir, industri film Indonesia sedang berada dalam tren perkembangan yang menjanjikan.

Diplomasi budaya lewat film dan festival film

Film memiliki kekuatan unik untuk melampaui batasan budaya dan membangun empati serta pemahaman antarbangsa. Sebagai medium visual dan naratif, kandungan konten dalam sebuah film mampu menyampaikan pesan-pesan kompleks dalam bentuk yang mudah dipahami oleh audiens dengan berbagai latar belakang.

Sementara itu, festival film merupakan platform ideal untuk mempertemukan berbagai perspektif budaya dan mendorong dialog lintas budaya. Dalam konteks diplomasi budaya, festival film memberikan ruang bagi sineas untuk menampilkan karya-karya yang mewakili identitas, nilai, dan pengalaman unik dari negara asal mereka. Acara seperti diskusi panel, sesi tanya jawab, dan lokakarya yang sering menjadi bagian dari festival ini turut memperdalam interaksi dengan audiens dan menciptakan ruang untuk kesalingpahaman yang lebih mendalam.

Selain itu, festival film memiliki kemampuan untuk menjangkau audiens yang lebih luas, baik melalui pemutaran langsung maupun secara daring.

Banyak negara menggunakan film dan festival film sebagai bagian dari strategi diplomasinya. Jepang melalui Japan Foundation, contohnya, telah menyelenggarakan Japanese Film Festival di Australia sejak 1997.

Representasi film Indonesia di Australia

Hingga kini, keberadaan produk budaya Indonesia di Australia, termasuk film, terhitung rendah. Tidak banyak televisi dan bioskop Australia yang menayangkan film karya anak bangsa. Ketimpangan penayangan film dan series Indonesia, yang ditayangkan program SBS on Demand milik lembaga penyiaran publik Australia, sudah tertinggal jauh dibandingkan Cina atau India.

Salah satu faktor penyebab ketertinggalan tersebut adalah kecilnya angka diaspora Indonesia di Australia. Sensus 2021 mencatat, hanya terdapat 87.075 orang di Australia kelahiran Indonesia, sedangkan warga kelahiran Cina berjumlah 549.618.

Festival film bisa dijadikan sarana promosi efektif bagi film-film Indonesia untuk menemui audiensnya di Australia. Selain masuk pada program di festival bergengsi seperti Melbourne International Film Festival (MIFF) dan Adelaide Film Festival, film Indonesia juga sudah rajin nampang di festival lebih kecil seperti Mini Indonesian Film Festival di Deckchair Cinema, Darwin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Dua Akses Disiapkan ke Stasiun Whoosh Karawang

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Dua Akses Disiapkan ke Stas...
Megapolitan
Kapolda: Polisi Harus Peka ...
Megapolitan
Tobat Ekologis Perkuat Adiw...
Luar Negeri
Ekspor Tiongkok Melonjak, A...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.