Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Madrid dan Barcelona Kembali Berebut Kendali

📅 Kamis, 13 Agu 2026, 07:07 WIB | Oleh:
Madrid dan Barcelona Kembali Berebut Kendali Doc: Attila KISBENEDEK / AFP
Ket. Pelatih Real Madrid asal Portugal, Jose Mourinho (tengah), berbicara dengan para pemainnya saat pertandingan sepak bola pramusim antara Ferencvaros dan Real Madrid di Budapest, Hungaria, pada 8 Agustus 2026.

MADRID - Musim La Liga 2026-27 yang mulai bergulir Sabtu (15/8) tidak sekadar menawarkan pertarungan memperebutkan gelar juara. Musim baru kompetisi kasta tertinggi Spanyol menjadi pertarungan dua proyek besar dengan arah berbeda. Barcelona datang sebagai pemegang mahkota. Sedangkan Real Madrid membawa ambisi besar untuk merebut kembali gelar sekaligus membuktikan bahwa perubahan di Santiago Bernabeu mampu mengembalikan dominasi mereka.

Barcelona mengawali musim dengan modal kestabilan. Hansi Flick tetap berada di kursi pelatih dan memiliki generasi muda yang semakin matang. Sebaliknya, Madrid memilih jalan perubahan dengan mengembalikan Jose Mourinho ke Bernabeu. Keputusan tersebut menjadi salah satu pertaruhan terbesar musim ini.

Madrid kehilangan gelar dari Barcelona musim lalu dengan selisih delapan poin. Namun, angka tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan persoalan yang terjadi di dalam tim. Los Blancos memiliki kualitas individu luar biasa, tetapi gagal menemukan keseimbangan permainan. Karena itu, kedatangan Mourinho diharapkan mampu mengubah kumpulan bintang menjadi tim yang lebih disiplin dan kompetitif.

Mourinho kembali ke Madrid setelah lebih dari satu dekade. Tugasnya tidak ringan. Ia harus mengelola ruang ganti yang dipenuhi pemain kelas dunia sekaligus menemukan formula terbaik untuk menggabungkan Kylian Mbappe, Vinicius Junior dan Jude Bellingham.

Madrid juga bergerak agresif di bursa transfer. Marc Cucurella, Ibrahima Konate, Denzel Dumfries, Bernardo Silva, Carlos Espi dan Yan Diomande masuk ke dalam skuad. Kehadiran pemain-pemain tersebut memperlihatkan bahwa Madrid tidak ingin sekadar memperbaiki kelemahan, tetapi membangun kembali struktur tim secara menyeluruh.

Sebaiknya Anda baca juga:

Di lini depan, Mbappe tetap menjadi senjata utama. Penyerang Prancis itu mencetak 31 gol pada musim 2024/25 dan 25 gol pada musim berikutnya. Ia menjadi top skor La Liga dalam dua musim pertamanya di Spanyol.

Musim ketiga seharusnya membuat Mbappe semakin berbahaya. Adaptasi terhadap sepak bola Spanyol sudah selesai. Sementara itu, hubungannya dengan pemain di sekelilingnya semakin matang. Jika kondisi fisik terjaga, ia menjadi kandidat terkuat untuk kembali merebut gelar Pichichi.

Namun, Madrid tidak boleh bergantung hanya kepada Mbappe. Vinicius harus kembali menjadi pemain yang mampu mengubah pertandingan. Sedangkan Bellingham dituntut memberikan kontribusi lebih besar setelah musim lalu tidak sepenuhnya memenuhi ekspektasi.

Di Barcelona, ancaman terbesar datang dari pemain yang bahkan belum berusia 20 tahun. Lamine Yamal telah berkembang dari fenomena menjadi pusat permainan Barcelona. Musim lalu dia mencetak 16 gol di La Liga dan kini memasuki musim baru dengan ekspektasi jauh lebih besar.

Flick memahami bahwa perkembangan Yamal harus berjalan bersama kematangan tim. “Ketika Lamine menikmati permainannya, itu sempurna untuk dia dan juga untuk kami,” ujar Flick. Barcelona juga memperkuat skuad dengan Anthony Gordon dan Karim Adeyemi.

Mereka masih berusaha memperkuat lini tengah dengan Rodri dari Manchester City. Kehadiran gelandang berpengalaman tersebut akan memberikan dimensi baru terhadap permainan Barcelona yang selama ini bertumpu pada penguasaan bola dan sirkulasi cepat.

Jika Barcelona memiliki stabilitas, Madrid mempunyai agresivitas. Itulah yang membuat persaingan gelar musim ini menarik. Barcelona lebih siap mempertahankan apa yang telah mereka bangun, sedangkan Madrid memiliki potensi berkembang sangat cepat jika Mourinho menemukan formula yang tepat.

Atletico Madrid tetap menjadi kandidat terkuat untuk mengganggu dua raksasa tersebut. Diego Simeone telah membangun tim yang terbiasa bertarung dalam situasi sulit. Namun, masalah Atletico adalah konsistensi. Mereka harus menemukan cara untuk mengubah status sebagai penantang menjadi juara. ben/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...

Semburan asap di Pasar Baru

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Semburan asap di Pasar Baru

Antisipasi dampak abu vulkanik di TMII

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Antisipasi dampak abu vulka...
Advertisement
Karhutla Sampai Jakarta, Lapangan Sepak Bola di Pancoran Kebakaran

Karhutla Sampai Jakarta, Lapangan Sepak Bola di Pancoran Kebakaran

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.